Inilah Pengertian dan Bahaya Proxy War di Indonesia



Sipayo.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam kurun setahun belakangan kerap mempopulerkan istilah Proxy War (Perang Proksi) dan ini disebut-sebut sebagai ancaman terbesar Indonesia di Abad ke-21.

Lalu apa sebenarnya pengertian dari Proxy War, sehingga begitu dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Negara Indonesia?

Menurut pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Yono Reksodiprojo menyebutkan Proxy War adalah istilah yang merujuk pada konflik di antara dua negara, di mana negara tersebut tidak serta-merta terlibat langsung dalam peperangan karena melibatkan 'proxy' atau kaki tangan.

Lebih lanjut Yono mengatakan, Perang Proksi merupakan bagian dari modus perang asimetrik, sehingga berbeda jenis dengan perang konvensional. Perang asimetrik bersifat irregular dan tak dibatasi oleh besaran kekuatan tempur atau luasan daerah pertempuran.

"Perang proxy memanfaatkan perselisihan eksternal atau pihak ketiga untuk menyerang kepentingan atau kepemilikan teritorial lawannya," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ancaman  Perang Proksi itu sangat berbahaya Indonesia karena negara lain yang memiliki kepentingan tidak langsung berhadapan. Menurut Ryamizard, perang ini menakutkan lantaran musuh tidak diketahui. Kalau melawan militer negara lain, musuh mudah dideteksi dan bisa dilawan.

"Kalau perang proksi, tahu-tahu musuh sudah menguasai bangsa ini. Kalau bom atom atau nuklir ditaruh di Jakarta, Jakarta hancur, di Semarang tak hancur. Tapi, kalau perang modern, semua hancur. Itu bahaya," tuturnya.

Ryamizard menambahkan, perang modern tidak lagi melalui senjata, melainkan menggunakan pemikiran. "Tidak berbahaya perang alutsista, tapi yang berbahaya cuci otak yang membelokkan pemahaman terhadap ideologi negara," ucapnya.

Mengingat Indonesia kaya akan sumber daya alam, maka negara ini disebut-sebut darurat terhadap ancaman Proxy War. Kecemasan yang demikian dalam kurun setahun terakhir telah dikemukakan oleh Panglima TNI.

editor // 2016-03-01 20:39 WIB
Menurut kamu bagaimana?
Terkuak! Kerangka Tulang Dalam Sumur Warga di Bilah Hilir Ternyata Makjen Simanjuntak
2019-10-21 18:58 WIB
Hadiri Perayaan 40 Tahun Gereja Paroki, Edy Rahmayadi Disambut Antusias Masyarakat
2019-10-21 17:25 WIB
Konservasi Lingkungan Melalui Pendekatan Minat Fotografi Alam Bebas
2019-10-21 16:02 WIB
Rencana Pembangunan Bandar Udara di Labuhanbatu Telah Mendapat Persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
2019-10-21 12:31 WIB
Sekdakab Labuhanbatu Tutup Kegiatan Pagelaran Budaya Etnis
2019-10-21 12:28 WIB
Bupati Labuhanbatu Lepas 440 Orang Peserta Rantauprapat Trail Adventure
2019-10-20 13:15 WIB
Bupati Labuhanbatu Lepas Peserta Jalan Santai
2019-10-20 13:12 WIB
Inilah Sosok Putra Karo yang Desain Kawasan Relokasi Siosar Tahap III
2019-10-20 13:02 WIB
ASN Sumut Wajib Izin Gubernur sebelum Diperiksa, Ini Kata Kemendagri
2019-10-20 11:37 WIB
Ultah Pemkab Labuhanbatu ke-74, Bilah Hilir Raih Juara 1 Kecamatan Terbaik
2019-10-17 20:56 WIB
Pemberantasan Narkoba Kapolsek Panai Tengah Diminta Jangan Cuma Menangkap Pengguna
2019-10-15 22:39 WIB
Bupati Apresiasi Kejaksaan Negeri Labuhanbatu
2019-10-15 19:28 WIB
Pemkab Labuhanbatu Louncing Empat Unit Moling
2019-10-15 19:24 WIB
Pemkab Labuhanbatu Luoncing Kartu Identitas Anak
2019-10-15 19:20 WIB
Bupati Labuhanbatu Ketemu dengan Aktor Naga Bonar
2019-10-13 21:37 WIB
Bupati Labuhanbatu Inginkan Masjid Al-Wasliyah Ada Disembilan Kecamatan
2019-10-13 21:23 WIB
Bupati Labuhanbatu: Kami akan Terus Membuat Kegiatan untuk Menunjang Prestasi Anak-Anak
2019-10-13 21:15 WIB
Arya Sinulingga Pimpin Polling Pilkada Kota Medan
2019-10-12 19:54 WIB
Bupati Labuhanbatu: Membangun Sumber Daya Manusia Harus Dimulai dari Dasar
2019-10-11 18:19 WIB
Viral! Diduga Akibat Dugem, Remaja Wanita di Rantauprapat Berduel
2019-10-11 18:04 WIB