Terkait Penolakan Normalisasi di Desa Sei Lumut, Subrantas: Kadis PMD Jangan Merasa Lebih Tahu dan Jangan Nepotisme

Foto: Pengerjaan Normalisasi di Dusun 3, Desa Sei Lumut, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Ditolak Warga karena Asal Jadi.


Sipayo.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Labuhanbatu Zaid Harahap SH mengatakan penolakan kerja yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dapat disampaikan pada rapat musyawarah dusun (musdus).

Hal itu dikatakan Zaid Harahap ketika diminta tanggapannya oleh Sipayo.com terkait adanya surat penolakan pengerjaan normalisasi oleh warga Dusun 3, Desa Sei Lumut, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu bersumber dari dana desa tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 76.200.000 (Tujuh puluh enam juta dua ratus ribu rupiah) beberapa hari lalu.


Menurut Zaid, ketika selesai pengerjaan TPK dan aparatur desa terkait harus menyampaikan semua hasil kerja mereka baik itu jumlah anggarannya dan hasil pengerjaan fisiknya melalui musyawarah dusun.

"Dalam rapat itu mana rasa warga yang tidak cocok dalam pengerjaan itu boleh disampaikan. Jika pekerjaan tidak sesuai dengan hasil keputusan rapat sebelumnya dan tidak memenuhi kriteria maka pekerjaan itu harus diulang kembali," ujar Zaid.

Disinggung tentang pada musyawarah awal di dusun itu eskavator yang digunakan harus long arm, namun yang didatangkan bukan long arm sehingga hasil kerja dinilai warga tidak maksimal dan diminta dikerjakan ulang, lagi-lagi Zaid mengatakan itu harus disampaikan pada musyawarah dusun.

Disoal tentang kedalaman normalisasi yang dianggap terlalu dangkal, zaid malah mengatakan jika dalam parit notmalisasi itu malah akan menyebabkan kebanjiran di lahan warga karena sungai di situ sudah sangat dangkal.

Zaid juga mengatakan parit yang dinormalisasi itu akan cepat dangkal disebabkan air sungai yang masuk ke parit itu membawa pasir dan lumpur.

Dijawab wartawan Sipayo.com kalau tidak dalam malah akan lebih cepat terjadi pendangkalan, Zaid membenarkan jawaban itu.

"Ya memang benar, tetapi kalau saat ini itu sudah cukup dalam. Kalau kita masuk ke dalamnya akan tenggelam. Perlu kita chek kebenaran pekerjaan itu, lebar dan panjangnya sesuai apa tidak. Kalau tidak ya harus dikerjakan ulang," sebut Zaid.

Subrantas, warga Dusun 3 Desa Sei Lumut ditemui Sipayo.com di Sungai Lumut, Senin ( 12/8) diminta tanggapannya atas tanggapan Kadis PMD Kabupaten Labuhanbatu mengatakan Kadis PMD jangan merasa lebih tahu dari masyarakat Sei Lumut.

"Kami lebih tahu kondisi di kampung kami. Apa dasarnya kalau parit itu dalam dikorek daerah sini akan kebanjiran. Pernyataan Kadis PMD itu bohong besar," kata Subrantas dengan nada geram.

Dengan tegas Subrantas mengatakan,Kadis PMD Zaid Kaban SH sebagai pimpinan instansi yang menaungi kinerja pemberdayaan pemerintahan desa jangan melakukan nepotisme.

"Kita tahu Kadis PMD ada hubungan family dengan kades kami. Tetapi kalau salah katakan salah. Jangan lakukan pembenaran dengan pernyataan yang gak benar. Kami hanya ingim pekerjaan itu diulang karena pengerjaan normalisasi itu asal jadi," sebut Subrantas.

Dijelaskannya, pengerjaan normalisasi itu terkesan asal jadi. Lebih tepatnya hanya pencucian parit membuang sampah. Tetapi, lanjut Subrantas, apabila pengerjaan normalisasi itu menggunakan beko long arm maka pengorekan akan maksimal.

"Saya tahu berapa anggaran yang dikeluarkan sebenarnya untuk pengerjaan itu. Kalau tidak dipekerjakan ulang kerja itu aku buka semuanya yang sebenarnya. Maka itu, saya sampaikan kepada Kadis PMD agar merespon surat kami. Dengarkan suara rakyat kecil ini.Jangan ada kepentingan atau nepotisme," tandasnya.

Pantauan Sipayo.com proses pengorekan parit tersebut tidak maksimal. Dimana masih banyak lumpur yang tidak terkorek naik ke atas parit dan nampak kedangkalannya. (Joko W)

Ekel Sembiring // 2019-08-12 17:06 WIB
Menurut kamu bagaimana?
Judi Tebak Angka di Wilkum Polres Labuhanbatu Merajalela
2019-09-14 23:30 WIB
Budianto Surbakti dan Baltasar Tarigan Mendaftarkan Diri Menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Karo
2019-09-14 14:32 WIB
Mengenal Deleng atau Gunung di Wilayah Karo
2019-09-14 12:07 WIB
Pertandingan Sepak Bola Pemkab Labuhanbatu dan Kodim Berlangsung Hangat
2019-09-13 21:12 WIB
Plt Bupati Labuhanbatu Harapkan Petani dan Peternak untuk Terus Berinovasi
2019-09-13 21:02 WIB
Plt Bupati Labuhanbatu Bagikan Masker Secara Gratis
2019-09-13 20:49 WIB
Kades Bilah: Belajar Bertanggung Jawab Terhadap Penggunaan Anggaran Negara
2019-09-13 18:05 WIB
Cerita Rakyat: Rumah Sipitu Ruang dan Adat Tepung Tawar
2019-09-12 14:38 WIB
Presiden RI ke-3 Tutup Usia
2019-09-11 18:57 WIB
Bocah yang Mendadak Viral Akhirnya Diasuh Kapolres Labuhanbatu
2019-09-11 18:05 WIB
Pemkab Labuhanbatu Kembali Berduka Atas Kepergian Edi Gani Ginting
2019-09-11 15:38 WIB
Plt Bupati Labuhanbatu: Tidak Ada Orang yang Miskin Gara-gara Bersedekah
2019-09-11 15:17 WIB
Tabrakan di Tol Bengkauheni Lampung, 2 Warga Durinrugun Tewas di Tempat
2019-09-11 09:18 WIB
Plt Bupati Labuhanbatu: Anak-anak Ini Adalah Mutiara yang Harus Bersinar
2019-09-10 17:41 WIB
Sambut 10 Muharram, DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu Santuni Anak Yatim
2019-09-10 16:43 WIB
Santuni Puluhan Anak Yatim, Plt Bupati Labuhanbatu Hadiri Peringatan 10 Muharram di Desa Sei Tampang
2019-09-10 16:29 WIB
Kades Selat Besar: Cegah Narkoba Giatkan Olah Raga Lewat Turnamen Bola
2019-09-09 19:53 WIB
Plt Bupati Labuhanbatu: Ayo Olahraga, Dimana Saja, dan Kapan Saja
2019-09-09 18:48 WIB
Cerita Rakyat: Perselihi
2019-09-09 15:17 WIB
Himapol Indonesia: Realisasikan Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi
2019-09-09 14:14 WIB