Mancini Yakin Antarkan Inter Milan ke Tangga Juara

Mancini Yakin Antarkan Inter Milan ke Tangga Juara
Roberto Mancini merupakan sosok pelatih yang pernah mengantarkan Manchester City raih gelar juara setelah penantian panjang kurang lebih selama 40 tahun. Begitu juga halnya di Inter Milan saat ini, meski menjalani awal yang sulit, tetapi dia yakin bakal mengulang sukses yang serupa.

Saat di City, Mancini membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengantarkan klub tersebut meraih gelar . Datang sebagai pelatih City pada tahun 2009, baru di akhir musim 2011/2012 dia dapat memberi The Citizens gelar Liga Inggris pertamanya dalam kurun 44 tahun terakhir.

Meraih gelar juara Premier League disebut Macini bukan perkara yang mudah. Meski klub tersebut dibekali uang banyak untuk membeli pemain bintang, City ketika itu masih berada di bawah bayang-bayang Manchester United yang masih dilatih Sir Alex Ferguson.

“Saya ceritakan pada Anda – saat saya datang ke Manchester kami adalah tetangga yang berisik. Di Old Trafford suporter MU selalu memasang spanduk, setiap saat menunjukkan tahun yang kami lalui tanpa memenangi apapun, menunjuk angka 36 tahun, lalu 37,” ucap Mancini.

“Saat saya datang di 2009, kami ada di posisi tujuh. Saya katakan pada pemain dan klub: ‘Ayo kita hilangkan spanduk itu’. Kami memenangi Piala Liga Inggris, liga dan mengubah hierarki di Manchester. Kami akan bisa melakukan hal yang sama di sini, di Inter,” tegas Mancini di Football Italia.

Ketika ditunjuk sebagai pelatih Inter, sejauh ini Mancini dapat hasil yang kurang oke. Di Serie A baru satu kemenangan diraih dari lima laga yang sudah dilakoni. Di laga terakhir Inter malah tertinggal 0-2 lebih dulu di kandang sebelum akhirnya menyamakan kedudukan jadi 2-2 saat menjamu Lazio.

“Itu membutuhkan waktu, kerja, perencanaan dan kepedulian. Tapi kami harus kembali ke jalur kemenangan. Saya pikir begitu dan saya akan mengatakannya lagi. Tim lain sudah bermain bersama selama beberapa tahun, Juventus, Roma dan setelah mereka ada Milan – dan Napoli, yang mengalami perkembangan sangat baik.”

“Saya pikir akan adil jika saya menggarisbawahi sesuatu – melatih sebuah tim di tengah musim tidak akan pernah mudah. Anda harus secepatnya memahami situasi yang ada, para pemainnya, dan kondisi performa semua orang,” lanjutnya.