600 Personel TNI Jaga Perayaan Natal di Sinabung

Sebanyak 600 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut ikut menjaga keamanan jelang dan saat peryaan hari Natal di Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal tersebut diungkapkan oleh Dandim Karo, Letkol Asep Sukarna kepada wartawan, Rabu (24/12/2014).

“Personel pasukan pengamanan kami seluruhnya yang berjaga 600 orang diturukan pada Desember ini” ujarnya.

Asep turut menambahkan penjagaan yang dilakukan difokuskan pada titik zona merah di Sinabung, termasuk tujuh desa yang dianggap rawan bencana letusan, serta pos-pos pengungsian yang ada di sekitar Sinabung.

Sejauh ini, kata Asep, terdapat 2.443 warga Sinabung mengungsi di 7 titik pengungsian di sekitar Sinabung, yaitu Jambur Sempakata, GBKP Klasik, GBKP Kota, Jambur Desa Payung, Jamburta Ras Berastagi, Masjid Agung, dan PPWG Kabanjahe.

Khusus pada Natal besok, Asep mengatakan pengungsi Sinabung akan merayakan di titik pengungsian, terutama di posko utama yang berada di Pendopo Bupati Karo.

“Akan ada perayaan Natal bersama pemda dan para relawan di sana” ujarnya.

Asep mengatakan persiapan perayaan Natal di pengungsian Sinabung telah dimulai sejak awal Desember ini. Relawan juga telah turut berdatangan dari Medan, Sumatera Utara hingga luar kota lainnya dalam rangka memberikan beberapa layanan seperti pemeriksaan kesehatan massal gratis, bakti sosial, juga pemberian pakaian layak pakai.

“Acara di Sinabung untuk perayaan Natal sudah ramai dari awal Desember ini dan akan selesai hingga tanggal 31 Desember nanti,” kata dia.

Ditanya mengenai kemungkinan beberapa pengungsi untuk merayakan Natal di daerah atau desa asalnya, Asep mengatakan pemerintah daerah sudah memberikan larangan tentang hal tersebut.

“Sudah ada imbauan warga untuk tidak merayakan Natal di desa asal mereka mengingat status Sinabung masih siaga dan fluktuatif,” kata dia menjelaskan.

Lebih jauh lagi, Asep mengatakan akan ada personel pengamanan yang berjaga-jaga di desa yang dinyatakan pemerintah tertutup bagi warga. 

Sementara itu, Armin Putra selaku Koordinator Pos Pemantauan Gunung Berapi Sinabung mengatakan ada tujuh desa yang dinyatakan tertutup untuk warga karena rentan terkena erupsi Gunung Berapi.

“Desa tersebut antara lain Desa Simacem, Desa Bekerah dan Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Tonggal dan Desa Berastepu, di Jamber Desa Tongkoh, “ kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengungsi masih akan merayakan Natal di pos pengungsian lantara unit rumah yang sedang dibangun pemerintah baru akan selesai akhir Desember ini.

“Target 50 hunian tetap selesai hingga akhir tahun 2014. Saat ini pembangunan jalan menuju lahan relokasi juga sudah hampir selesai di tahap pertama, ” kata dia.