Lahar Dingin Terjang Sejumlah Desa Di Lereng Sinabung

Lahar Dingin Terjang Sejumlah Desa Di Lereng Sinabung
Aliran lahar dingin kembali menerjang sejumlah desa yang berada di lereng gunung Sinabung Selasa (6/1/2014). Salah satu desa yang terdampak terjangan lahar dingin, yaitu Desa Suka Tendel, Kecamatan Tiga Nderket.

Sebagai dampaknya, arus lahar bercampur lumpur, serta material batu berukuran 1 meter melumpuhkan transportasi dari Tiga Nderket ke Kuta Buluh. Atas pristiwa tersebut para siswa SD, SMP, dan SMA terpaksa memilih jalan memutar dari Desa Payung-Jandi Meriah untuk kembali ke desanya.

Rahmat Perangin-angin selaku Plt Kepala Desa Suka Tendel mengimbau warganya agar menjauhi aliran lahar, sebab dikhawatirkan banjir lebih besar bisa datang sewaktu-waktu mengingat intesitas hujan saat ini sedang tinggi.

“Dua hari belakangan ini hujan terus mengguyur walau tidak besar. Namun kedepan kita tidak tahu intensitas curah hujan di Gunung” ujarnya.

Rahmat juga meminta agar Pemkab Karo lebih serius memperhatikan arus transportasi dari Tiga Nderket ke Kutabuluh tepatnya di Suka Tendel, sebab menurutnya kawasan tersebut memang menjadi salah satu jalur luncuran lahar dingin dari puncak Sinabung, ketika terjadi hujan.

“Dampak lahar dingin bukan hanya dikeluhkan masyarakat Suka Tendel, tetapi masyarakat Kecamatan Tiga Nderket, juga Kutabuluh mengeluh karena terkena dampak lahar dingin ini” Ujar Rahmat.

Dari pantauan di lapangan, hingga Selasa sore arus lalulintas masih lumpuh. Beberapa angkutan umum yang sempat terjebak kemacetan terpaksa memutar arah melalui jalur alternatif. Saat bersamaan, petugas dibantu warga sekitar bergotong royong membersihkan material gunung yang berserakan di jalan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD, Drs Jonson Tarigan mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas PU Karo untuk membersihkan material gunung yang terbawa lahar dingin.

Seperti diketahui, meningkatnya intensitas erupsi Sinabung dalam seminggu terakhir membuat tumbuh-tumbuhan di lereng gunung bermatian. Hal inilah yang membuat lumpur, pasir, batu, dan kayu berukuran kecil dan besar berserakan di lahan-lahan pertanian yang terbawa arus lahar dingin. Sebagai imbasnya, banyak lahan petani mengalami kerusakan. Diperkirakan sedikitnya 4 hektar lahan warga yang ditanami kopi, kakao, bawang, dan padi, juga tak luput dari sapuan lahar dingin.

Salah seorang warga Mardingding, Selesai Surbakti, mengatakan tanaman kopi dan padi miliknya seluas setengah hektar rusak disapu banjir lahar. Hal senada juga disampaikan Alam Singarimbun, warga yang sama. Disebutkannya, tanaman bawang dan jagung miliknya rusak total dihantam banjir lahar. Material sisa banjir juga telah menimbun lahannya. Alhasil, Singarimbun memperkirakan lahan tersebut tidak bisa ditanami untuk waktu lama.

“Ketebalan lumpur dan pasir yang menimbun lahan milikku mencapai 1 meter. Ditambah lagi tumpukan batu dan kayu berukuran besar,” ujarnya sembari mengaku telah mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Jumlah petani yang mengalami nasib serupa dengan Surbakti dan Singarimbun diperkirakan bakal terus bertambah, mengingat saat ini banjir telah membentuk jalur baru di Desa Mardinding.