Laubaleng Kerap Dilanda Banjir Kiriman

Laubaleng Kerap Dilanda Banjir Kiriman
Penulis: Denhas Maha

Desa Laubaleng, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo kembali dilanda banjir kiriman, Rabu (07/01/2015) sore, hingga Kamis (08/01/2015) pagi. Keberadaan desa di dataran rendah, serta aliran sungai yang jarang dibersihkan dan dikeruk dianggap sebagai pemicu terjadinya banjir kiriman berupa lumpur dan kerikiril yang melintasi aliran sungai di sekeliling Laubaleng.

Kesadaran masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai juga dianggap kurang dan kerap tidak menjaga kebersihan aliran sungai. Ketika terjadi hujan deras, keberadaan aliran sungai yang jarang dibersihkan dan dikeruk tersebut langsung meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Kondisi tersebut semakin parah ketika perangkat desa beserta pihak kecamatan juga terlihat acuh dalam penanganan masalah banjir ini. Hal tersebut diungkapkan beberapa warga masyarakat Laubaleng kepada wartawan, Kamis (08/01/2015).

“Banjir kiriman ini sudah terjadi berulang kali, tapi perangkat desa beserta pihak kecamatan masih terlihat acuh dalam penangannya, oleh sebab itu kami berharap agar pemerintah Kabupaten Karo langsung turun untuk membantu menanggulangi masalah banjir yang kerap terjadi di Laubaleng ini” ujar salah seorang warga.

Lebih lanjut masyarakat Laubaleng mengatakan, kondisi aliran sungai yang sudah dipenuhi dengan batu beserta pasir tidak memungkin dibersihkan secara manual, harapan mereka agar pemerintah kabupaten atau provinsi menurunkan alat berat untuk mengeruk aliran sungai disekitar Laubaleng.

Sebelumnya, Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Sumatera Utara juga pernah diminta oleh masyarakat agar mengeruk tanah dibawah Jembatan Laudiher di KM 153 di Laubaleng yang tingginya hanya 70 cm dari dasar sungai, namun hingga kini pengerukan dibawah jembatan tersebut belum pernah dilakukan.

Kondisi Jembatan Laudiher di Desa Laubaleng (istimewa)

Seperti diketahui, banjir kiriman sudah kerap melanda Laubaleng. Sebelumnya pada 31 Desember 2014 yang lalu, desa ini juga sempat dilanda banjir bandang yang menggenangi sejumlah pemukiman warga.