Pemerintahan Jokowi Dinilai Untungkan Kapitalis

Pemerintahan Jokowi Dinilai Untungkan Kapitalis
Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya menguntungkan bagi kaum kapitalis. Hal tersebut disampaikan ahli Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter pribadinya, Senin (05/01/2014). Menurut Yusril langkah pemerintah dengan menghapus subsidi BBM dan mengikuti harga minyak dunia justru menguntungkan bagi kapitalis.
“Sungguh menggelikan jika ada pemimpin yang penampilannya merakyat tapi kebijakannya malah untungkan kaum kapitalis dan merugikan rakyat,” tulis Yusril
Yusril juga membandingkan kepemimpinan Jokowi yang kerap disebut merakyat seperti Presiden Soekarno. Menurutnya, pemimpin merakyat itu bukan soal penampilan tapi pemikiran, kebijakan dan tindakannya yang pro rakyat.
“Bung Karno itu penampilannya gak merakyat kok. Pakaiannya necis, pake jas pake dasi keren, kacamatanya jahud, doyan dansa dan nari lenso. Mobil Bung Karno juga bagus, istananya mentereng, punya koleksi lukisan, patung dan karya2 seni kelas dunia. Tapi siapa yang berani bilang pikiran, kebijakan dan tindakan Bung Karno tidak pro rakyat. Ada yg berani? Hehe.”
Yusril menambahkan, meski pemerintah sudah menurunkan harga BBM yang mengikuti harga minyak dunia yang sedang menurun, namun harga BBM di Indonesia masih lebih mahal jika dibandingkan dengan Malaysia.
“BBM kita lebih mahal,” tulisnya.
“Kalo BBM mahal, rakyat disuruh jalan kaki aja sekalian olah raga. Enak tenan jadi Pemerintah,” ujarnya.