Sembiring dan Barus Bekuk Wartawan Gadungan SCTV

Sembiring dan Barus Bekuk Wartawan Gadungan SCTV
Deny Syahputra (32), seorang wartawan gadungan yang mengaku sebagai jurnalis Liputan 6 SCTV ditangkap di Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Rabu (4/2/2015). Penangkapan wartawan gadungan tersebut dilakukan oleh dua personel Unit Reaksi Cepat (PRC) Sabhara Polresta Medan Aiptu Edward Sembiring dan Bripka Sukaidir Barus.
Keduanya dengan mudah berhasil membekuk Deny Syahputra, warga Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia tersebut, ketika mendapatkan laporan dari Tuti Alawiyah Lubis yang merupakan jurnalis asli SCTV yang bertugas di Medan. 
Awal penangkapan tersebut bermula ketika dalam dua pekan terakhir, Tuti mendengar ada orang yang mengaku-aku sebagai wartawan SCTV. Pelaku disebutkan kerap memeras humas dan instansi di Pemkot Medan, anggota DPRD, dan Pemprov Sumut. Motifnya, korban dipaksa memberikan uang. Bila tidak, dia akan mengancam memuat berita miring tentang korban di situs liputan6.com.
“Saya dapat telepon dari humas Pemprov Sumut yang menanyakan kabar SCTV akan mengadakan Maulid Nabi di Medan. Si humas menyatakan ada orang yang memasukkan proposal mengatasnamakan SCTV untuk meminta bantuan dana,” jelas Tuti seperti yang dikutip Sipayo.com dari Merdeka.com.
Sejak adanya laporan tersebut, Tuti berusaha mencari tahu siapa orang yang melakukan upaya penipuan tersebut. Setelah dicari selama dua minggu, kebetulan pada Rabu (4/1/2015) pelaku sedang beraksi di ruang anggota Komisi B DPRD Sumut.
Setelah memergoki Deny, perempuan berjilbab itu langsung meminta bantuan dua personel Unit Reaksi Cepat (PRC) Sabhara Polresta Medan. Merekapun dengan mudah langsung berhasil membekuk wartawan gadungan tersebut.
“Sudah dua minggu kami cari. Kebetulan tadi dia beraksi di ruang anggota Komisi B DPRD Sumut. Dia langsung ditangkap,” jelas Tuti.
Ketika telah diamankan, Deny tidak lagi mengaku sebagai wartawan Liputan 6 SCTV. Dia berkilah hanya sebagai citizen jurnalis liputan 6.com. Meski demikian, Deny tetap di gelandang ke Mapolsek Medan Baru untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Kami juga mengamankan ID card yang selalu digunakan untuk memeras korban. Kami mengimbau agar siapa pun yang pernah menjadi korbannya segera melapor ke Polsek Medan Baru,” ucap Kapolsek Medan Baru Kompol Roni Nicolas Sidabutar.