Sutan Bhatoegana Resmi Ditahan KPK di Rutan Salemba

Sutan Bhatoegana Resmi Ditahan KPK di Rutan Salemba
Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana akhirnya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (2/2/2015) malam. Pria yang populer dengan pernyataan “Ngeri-ngeri sedap” tersebut ditahan terkait kasus dugaan gratifikasi dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian ESDM di Komisi VII DPR RI.
Mantan Ketua Komisi VI DPR tersebut ditahan setelah menjalani sembilan jam pemeriksaan sebagai tersangka. Pada pukul 18.50 WIB dia tampak keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan berwarna orange. Ketika ditanyai seputar penahananya, Sutan Bhatoegana mengaku sedang mengikuti prosedur yang berlaku.
“Saya ngikutin prosedur ya. Benar atau tidaknya, nanti kita tunggu di pengadilan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 14 Mei 2014 silam, Sutan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sutan disangkakan dengan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Pada amar putusan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, pada 29 April 2014 lalu, majelis hakim menyebutkan, Rudi pernah menyerahkan 200.000 dollar AS kepada Sutan Bhatoegana. Uang tersebut merupakan bagian dari suap yang diberikan oleh Komisaris Kernel Oil, Pte, Ltd, Simon Gunawan Tanjaya kepada Rudi.
Uang suap tersebut kemudian diberikan Simon melalui Deviardi. Hal lain yang muncul dalam persidangan adalah soal penerimaan uang oleh Rudi, antara lain karena dia didesak membantu Sekertaris Jenderal Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno dalam memuluskan pembahasan anggaran ESDM pada komisi VII DPR.
Terkait penahanan Sutan Bhatoegana, Deputi Pencegahan KPK Johan Budi mengatakan, Sutan akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Salemba.
Untuk tersangka SBG dilakukan penahanan. Untuk 20 hari pertama, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur yang beralamat di Rutan Salemba,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/2/2015) malam.
Dalam kesempatan yang sama, Johan mengatakan, penyidik KPK juga masih mengembangkan kasus ini berdasarkan keterangan para saksi dan pemeriksaan lanjutan tersangka.
“Kemungkinan itu terbuka karena kami mendengar dari pemeriksaan, Pak SBG memberikan informasi-informasi penting dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi pembahasan anggaran 2013 di Kementerian ESDM bersama (Komisi) VII,” kata Johan.