Twedy Noviady Ginting: Jokowi Harus Berani Reshuffle Kabinet

Twedy Noviady Ginting: Jokowi Harus Berani Reshuffle Kabinet
Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) kini telah memasuki usia empat bulan. Meski demikian, hingga kini belum terlihat adanya terobosan dalam menjalankan Trisakti Bung Karno seperti yang pernah disampaikan saat kampanya lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting.  Ginting menilai berbagai kebijakan pemerintah yang ditunggu rakyat seperti pemberantasan mafia migas, pangan, dan pajak belum memiliki hasil nyata.
“Beberapa kebijakan yang ditunggu rakyat seperti pengungkapan dan pemberantasan mafia migas, pangan, dan pajak belum ada hasil,” kata Twedy Noviady Ginting seperti yang dikutip Sipayo.com dari Rmol.co.
Lebih lanjut Ginting mengatakan, kebijakan perpanjangan MoU dan kontrak Freeport menunjukkan Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK disinyalir telah disusupi oknum-oknum pembajak Trisakti Bung Karno. Hal seperti ini telah menjadi kegelisahan rakyat dalam menggapai harapan Indonesia Jaya melalui implementasi Trisakti Bung Karno.

Terkait dengan kenyataan seperti demikian, Ginting menegaskan sudah saatnya Presiden Jokowi berani dan tegas dalam bertindak, khususnya dalam hal me-reshuffle para pembantunya yang gagal dan telah membajak implementasi Trisakti Bung Karno.

“Sudah saatnya Presiden Jokowi berani dan tegas me-reshuffle para pembantunya yang gagal dan membajak implementasi Trisakti Bung Karno demi menyelamatkan kinerja pemerintahan sesuai dengan Trisakti Bung Karno,” tegas Ginting.
Sekali lagi Ginting menegaskan, kabinet pemerintahan Jokowi-JK harus segera dirombak dan diisi oleh figur-figur yang mampu mengejawantahkan Trisakti Bung Karno dalam pemerintahan, bukan diisi oleh kelompok neolib dan oportunis.
“Bila tidak segera dilakukan, maka akan terjadi rentetan kebijakan kontroversial yang akhirnya menyandera bahkan menggoyang posisi Presiden Jokowi,” ujarnya.