Anggota JMS Kompak Upload Foto Memakai Pakaian Adat Karo

Anggota JMS Kompak Upload Foto Memakai Pakaian Adat Karo
Dalam rangka menunjukkan rasa kecintaan terhadap kebudayaan Suku Karo, ratusan anggota grup Facebook Jamburta Merga Silima (JMS) tampak secara kompak mengupload foto-foto mereka  yang tengah mengenakan pakaian adat Karo. Aksi upload foto dengan mengenakan pakaian adat Karo tersebut telah berlangsung sejak, Minggu (15/3/2015) lalu dan masih berlanjut hingga hari ini.

Foto-foto yang diupload tersebut terlihat beragam, mulai dari sekedar foto iseng memakai pakaian adat Karo berupa beka buluh, foto saat mengikuti pegelaran budaya, bahkan hingga foto pernikahan. Beberapa anggota grup juga tampak mengupload foto keluarga, khususnya kalangan anak-anak yang tengah mengenakan pakaian adat Karo.

Aksi kompak upload foto dengan mengenakan pakaian adat Karo yang dilakukan oleh anggota grup JMS bermula ketika Joe Hendri Perangin-angin, yakni salah satu anggota grup tersebut mengupload fotonya dengan mengenakan pakaian adat Karo berupa beka buluh. Saat bersamaan Joe Hendri juga menghimbau agar anggota grup lainnya turut mengupload foto mereka mengenakan beka buluh dan uis nipes.

“Ayo masukkan foto Anda menggunakan pakaian adat Karo dan ini kita lakukan sebagai bukti bahwa beka buluh dan uis nipes adalah kekayaan yang kita miliki sebagai Suku Karo,” tulisnya.

Pada status yang lain Joe Hendri juga mengupload fotonya dengan mengenakan beka buluh sekaligus menulis himbauan agar seluruh orang Karo harus lebih memperkenalkan lagi jati dirinya sebagai suku mandiri di Indonesia dan bukan bagian dari suku lain.

“Sering orang luar Sumut menyapa kita dengan sapaan horas, tapi kita Suku Karo seharusnya disapa mejuah-juah dan sering juga mereka bilang kain beka buluh dan uis nipes adalah ulos. Kita kurang di kenal, tapi kita ada. Beka buluh adalah jati diri kita kalak Karo, maka walaupun kurang dikenal aku tetap bangga memakainya,” tulisnya distatus tersebut.

Himbauan Joe Hendri akhirnya diikuti oleh beberapa anggota grup yang lain, hingga sebagai puncaknya pada 21 Maret 2015 kemarin, ratusan anggota grup secara beramai-ramai mengupload foto mereka secara suka rela.

Terkait aksi unggah foto yang berlangsung di grup Facebook Jamburta Merga Silima, beberapa anggota juga tampak menanggapi positif aksi tersebut. Seperti seorang anggota bernama Sakti Sembiring misalnya, dia memuji seluruh anggota grup JMS yang telah turut serta mengunggah foto. Selain itu, Sakti juga memuji keberadaan grup JMS yang selama ini konsisten mengangkat kebudayaan Karo melalui ranah media sosial.

“Luar biasa aura Kinikaron yang terpancar dari grup Jamburta Merga Silima (JMS) ini. Dalam beberapa hari terakhir puluhan anggota secara sukarela telah mengupload foto-foto mereka di JMS ketika sedang mengenakan pakaian tradisional Karo. Pakaian yang menjadi kebanggaan dan harga diri sebagai orang Karo. Sebagai generasi muda Karo yang masih muda, saya sangat berharap agar aura Kinikaron ini semakin membesar, dan terimakasih sebesar-besarnya kepada grup JMS yang telah membangkitkan Kinikaron. Salam hormat dan salam mejuah-juah kepada kita semua,” tulisnya.

Ditempat terpisah, penggiat media sosial Alexander Firdaust Meliala ketika diminta tanggapannya oleh Sipayo.com juga turut mengapresiasi aksi tersebut secara positif. Alexander mengatakan bahwa selama kiprahnya mengikuti perkembangan komunitas Karo di media sosial sejak 2003, baru kali inilah ada aksi spontan masyarakat Karo secara online yang diikuti oleh ratusan peserta.

“Sejak saya mengikuti perkembangan komunitas orang Karo di media sosial mulai sejak tahun 2003, baru kali ini ada aksi unik seperti ini. Kita patut berbangga, sebab  melalui aksi-aksi yang seperti ini kita masih dapat melihat, bahwa ternyata orang-orang Karo itu secara umum sebenarnya masih sangat cinta akan Kinikaron. Semoga aksi sederhana tapi menggugah seperti ini dapat terus mengemuka melalui grup Jamburta Merga Silima,” pujinya.