Erupsi Gunung Sinabung Kubur Desa Sukameriah

Erupsi Gunung Sinabung Kubur Desa Sukameriah
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali menunjukkan aktivitasnya. Guguran awan panas yang terjadi sebanyak tujuh kali pada Kamis (05/03/2015) mulai pukul 01.39 hingga 03.45 WIB dinihari, mengakibatkan Desa Sukameriah, Kecamatan Payung yang berjarak 2,5 kilometer dari gunung itu dilaporkan telah terkubur.
Sebelumnya, Desa Sukameriah telah lama dikosongkan, sehingga peristiwa ini tidak mengakibatkan terjadinya korban jiwa. 
Selain mengubur Desa Sukameriah, guguran awan panas juga telah mengakibatkan hutan disekitar desa tersebut turut terbakar.
Terkuburnya Desa Sukameriah akibat erupsi Gunung Sinabung ini dilaporkan oleh Leopold Kennedy Adam melalui akun Twitternya @LeopoldAdam. “Desa Sukameriah terkubur awan panas yang menerpa pada 5 Maret sebanyak 7 kali, dari 01.39 hingga 03.45” tulisanya.
Bahkan menurut Leopold, hingga siang ini hantaman awan panas erupsi Gunung Sinabung yang terjadi malam tadi masih tampak terus mengepul. Selain itu, keberadaan Desa Perbaji di Kecamatan Tiganderket juga turut ditutupi debu vulkanik yang sangat tebal.
Berdasarkan informasi dari Kepala Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, Gunung Sinabung juga kembali meletus pada pukul 08.20 WIB.
Tinggi kolom abu letusan mencapai 2 hingga 2,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Saat meletus, dari pusat letusan juga meluncur awan panas dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer dengan arah gerak luncuran ke selatan Gunung Sinabung.
“Erupsi Gunung Sinabung tanggal 5 Maret 2015 terjadi pada pukul 08:20 WIB. Awan panas guguran sejauh 3,5 km ke arah Selatan dengan tinggi kolom abu berkisar 2-2,5 km” ujarnya.