Kakek Sarung Menjadi Isu Menakutkan di Medan

Kakek Sarung Menjadi Isu Menakutkan di Medan
Keberadaan kakek sarung, yakni seorang kakek tua yang disebut-sebut berprofesi sebagai penjual sarung kini tengah menjadi isu yang menghebohkan sekaligus menakutkan bagi warga Kota Medan. Kakek sarung ini dikabarkan menjual sarungnya dengan mendatangi rumah warga, dimana harga sarung yang ditawarkannya tersebut dibanderol dengan harga yang sangat murah.
Tidak sampai disitu, jika warga yang ditawarinya sarung itu tidak mau membeli, maka si kakek sarung akan langsung menangis, sehingga membuat calon pembeli akan merasa iba. Ketika warga membelinya, maka warga tersebut akan meninggal dunia, sebab disebutkan bahwa yang dijual itu bukanlah sarung, melainkan kain kafan untuk bahan pesugihan si kakek.
Sebelumnya beberapa hari yang lalu, warga Binjai juga telah dihebohkan dengan isu kakek sarung. Bahkan di beberapa kalangan warga Kota Rambutan ini sempat juga beredar keberadaan foto seorang kakek dalam keadaan tewas dan disebut-sebut adalah sosok kakek sarung.
“Aku dengar dia sudah ditemukan tewas beberapa waktu lalu, mayatnya ditemukan di sungai,” kata seorang warga Binjai bernama Robby sambil menunjukkan sebuah ponsel yang memperlihatkan seorang kakek yang sudah tewas dari ponselnya.
Ketika ditanya darimana mendapatkan foto tersebut, Robby mengaku mendapatkannya dari seorang temannya yang dikirim melalui pesan berantai via BlackBerry Messenger (BBM). “Kemarin dikirim kawan dari BBM bang,” katanya sambil menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan seorang kakek tua yang sudah mengambang di permukaan sungai.
Isu kakek sarung yang awal mulanya beredar dari mulut ke mulut di tengah-tengah warga masyarakat seputaran Kota Medan, kini telah merebak ke seluruh Indonesia. Bahkan di Kaskus, isu ini juga telah mengemuka dan mendapatkan bergam tanggapan dari para pengguna forum online tersebut.
Meski banyak para pengguna Kaskus yang meyakini sosok kakek sarung. Namun sebagian lainnya merasa bahwa berita ini merupakan kabar bohong alias hoax belaka. 
“Kalau menurut gue sih, bisa aja ini cuma isu yang gak benar, kasihan kalau gara-gara isu ini para pedagang jadi susah jual barang daganganya. Mending cerita gini jangan disebarluaskan, takutnya malah ikutan menyebarkan fitnah yang merugikan orang lain,” tulis salah seorang pengguna Kaskus.
Sebelumnya pada tahun 2012 yang lalu, masyarakat juga sempat dihebohkan dengan isu keberadaan kakek cangkul dan nenek gayung yang ceritanya tidak jauh berbeda dengan kakek sarung. Namun pada kenyataanya, kedua sosok yang sempat membuat keresahan ditengah-tengah masyarakat tersebut hanyalah isapan jempol belaka dan belakangan dijadikan sebagai judul film.