Cerpen: Aku Sembuh Karna Sapaan Itu Kembali Ada

Cerpen: Aku Sembuh Karna Sapaan Itu Kembali Ada
Karya: Haravikana Ansita Kaban

Telah lama mereka menulis cerita bersama, menjadi sebuah bingkai kehidupan. Bahkan hari-hari mereka lewati berdua, sehingga teman-teman mereka sangat kagum kepada keduanya. Mereka adalah pasangan kekasih yang sangat akrab. Sebut saja Ita dan Rival. Saat ini keduanya bekerja disalah satu perusahaan ternama di ibukota.

Tempat kos mereka hanya berjarak 100 meter, jadi dalam keseharian mereka bebas untuk bertemu kapan saja. Biasanya kalau libur kerja, mereka berdua pergi ke taman untuk melepas suntuk. Meski umur Rival jauh lebih tua dari Ita, tetapi keduanya tidak memperdulikan hal itu, bagi mereka kebahagiaan adalah hal yang lebih penting dari sekedar perbedaan umur belaka.

***

Pagi ini, seperti biasa Ita pergi kerja, namun bukan dengan Rival, dia pergi dengan menaiki angkutan umum. Dengan mata berkaca-kaca Ita mencoba untuk pergi ngantor dengan konsen. Disisi lain, dia tetap saja mengingat perkataan Rival tadi malam, sehingga membuat dirinya menjadi tak fokus, bahkan sesekali menatap ke arah meja kerja Rival, tapi sayang meja itu kosong tak ada yang menempati.

Memang tadi malam Rival minta putus kepada Ita. Rival beralasan dia harus pergi ke Jogya untuk melanjutkan usaha perkebunan milik ayahnya dan kemungkinan tidak akan kembali ke Jakarta. Rival menyatakan tak sanggup bila harus pacaran jarak jauh, oleh karena itu dia memutuskan Ita. Tentu hal itu tidak dapat diterima Ita, disisi lain keputusan Rival sudah bulat, meski agak berat Ita mencoba merelakan Rival pergi meski dengan hati yang kecewa.

***

Kini Ita memulai hari-harinya dengan kesendirian. Berusaha hidup tanpa sapaan khas dari kekasih hatinya. Tanpa kekasih yang dulu selalu menjadi semangat hidupnya. Bahkan ketika libur kerja juga, Ita hanya berdiam diri di kos tanpa ada yang menemani seperti dulu kala.

Atas perubahan yang terjadi pada diri Ita, teman-temannya juga ikut heran. Ita kini berubah menjadi seorang pendiam, akan tetapi saat ditanya, ia hanya menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Teman-teman kebanyakan memang tak tahu kalau Ita sudah berpisah dengan Rival, yang mereka tahu selama ini bahwa Rival telah pergi ke Yogya untuk sementara dan akan kembali lagi ke Jakarta.

***

Sudah dua tahun lamanya Ita mengharapkan kehadiran Rival kembali kedalam hidupnya. Namun itu semua hanya hayalan saja, bahkan sapaan khas yang sering Rival ucapkan dulu, kini telah tak ada. Ita sering bertanya kabar Rival melalui BBM ataupun SMS, akan tetapi Rival tidak pernah membalasnya.

Kepergian Rival benar-benar membuat Ita sangat terpukul, hingga akhirnya dia jarang masuk kerja dan bahkan mogok makan. Dia sangat menyayangi Rival, sehingga dia tak bisa melupakan sosok pujaan kekasih hatinya itu meski telah dua tahun lamanya mereka berpisah.

***

Hari ini Ita kembali berangkat kerja, tapi tiba-tiba dia pingsan di kos dan akhirnya teman-temannya membawanya ke Rumah Sakit. Setiba di Rumah Sakit, dia langsung ditangani dokter dengan baik. Setelah diperiksa, dokter mengatakan Ita terlalu stres dalam berpikir, keadaanyapun sangat lemah, bahkan penyakit maagnya juga ikut kambuh bahkan lebih parah saat ini.

Hal ini membuat teman-temannya menjadi turut panik dengan kondisi kesehatan Ita. Namun meski demikian, mereka hanya bisa turut berdoa buat kesembuhan Ita. Teman-temannya telah menggap sosok Ita sebagai saudara mereka sendiri selama ini, karena Ita sendiri merupakan anak yatim.

***

Sudah seminggu Ita dirawat, namun keadaan tubuhnya tetap tidak setabil, bahkan untuk makan dan minum obat saja dia tidak mau. Setiap malam Ita selalu menybut nama Rival sambil meneteskan air mata. Namun hal itu terjadi dalam keadaanya dirinya tidak sadarkan diri.

Hal ini tentu membuat teman-temannya semakin iba melihat Ita, bahkan tanpa berpikir panjang teman-temannya langsung menelfon Rival supaya kembali ke Jakarta dan melihat keadaan Ita yang sedang dirawat di Rumah Sakit.

Mendengar kabar itu, Rival tentu saja sangat kaget, dia tidak menyangka bahwa kepergiaanya itu telah membuat Ita tak berdaya bahkan jatuh sakit. Besok paginya Rival langsung berangkat ke Jakarta dan segera menuju Rumah Sakit tempat Ita dirawat.

***

Sesampainya di Rumah Sakit, Rival langsung menemui Ita, setelah bertemu dia langsung memegang tangan Ita sambil berkata “Ita, aku minta maaf karena sudah tinggalkan kamu. Aku bernjanji bila kamu telah sadarkan diri aku tidak bakal tinggalkan dirimu lagi. Aku akan menjaga kamu dan menjaga kembali hubungan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rival juga turut menuturkan sapaan khasnya dulu yang sering dia ucapkan kepada Ita. “Selamat pagi sayangku, Rival sayang kamu,” ujarnya lirih.

Setelah berkata demikian, tiba-tiba tangan Ita bergerak dan mulutnya berbicara dengan pelan “Rival, aku sayang kamu. Aku ga mau kamu tinggalin tuk yang kedua kalinya, aku mau kamu tetap bersamaku disini,” ujarnya. Saat itu juga, Rival langsung memeluk Ita.

***

Sungguh sangat menakjubkan, setelah kedatangan Rival dan sapaan khasnya itu, keadaan Ita menjadi lebih baik dan hari itu juga dia langsung diperbolehkan pulang oleh dokter. Ita sangat senang karena selain telah sembuh dari sakitnya, Ita juga sekaligus telah bertemu kembali dengan kekasih pujaan hatinya.

***

Saat ini mereka kembali menjalani hari-hari dengan bersama. Rival juga telah kembali bekerja di perusahaan terdahulu. Bahkan kini mereka telah bertunangan dan akan melanjutkan hubungan mereka kejenjang yang lebih serius.

Pesan: Kalau kamu memang mencintai seseorang, jangan pernah biarkan dia sendiri tanpa tujuan hidup, sebab sangat sulit untuk mencari seseorang yang dapat selalu setia menunggumu.