Cerpen Motivasi: Aku Tobat

Cerpen Motivasi: Aku Tobat
Karya: Haravikana Ansita Kaban

Maminya telah sering menegur Galih, akan tetapi pria remaja itu punya sifat sangat egois. Dalam keseharian Galih memang dikenal sebagai remaja yang nakal. Saat disuruh mengikuti ibadah pun dia tidak pernah mau, bahkan ketika dinasehati dia malah justru membantah. Kemungkinan semua sifatnya itu terpengaruh oleh teman-temannya.

Saat ini Galih tengah duduk dibangku SMA, akan tetapi dia telah merokok bahkan memakai narkoba. Galih juga sering bolos dari sekolah, bahkan berantam di kelas juga pernah dia lakoni.

Sebenarnya kelakuan negatif Galih di sekolah tidak pernah diketahui oleh orangtuanya selama ini. Sebab kedua orang tua terlalu sibuk bekerja, jadi mereka tidak punya waktu banyak untuk mengetahui prilaku dan tabiat putra mereka di lingkungan sekolah.

Hingga suatu ketika orang tua Galih dikejutkan telepon yang datang dari pihak sekolah. Pihak sekolah meminta agar orang tua segera datang ke sekolah untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuat oleh putra kesayangan mereka. Mendapati telepon yang demikian, orangtua Galih merasa heran, sebab yang mereka tau selama ini bahwa Galih adalah anak yang rajin.

***

Ketika sampai dipelataran sekolah, orang tua Galih langsung disuruh keruangan kepala sekolah oleh wali kelas. Saat menatap orangtuanya, Galih begitu takut dan tidak berani berkata apa-apa. Tanpa menunggu waktu lama Mami Galih langsung bertanya kepada Kepala Sekolah tentang apa yang telah diperbuat oleh anaknya.

Dengan tegas Kepala Sekolah menjawab “Ibu selama ini Galih jarang masuk sekolah, dia juga sering berantam dengan teman sekelasnya. Selama ini kami selaku pihak sekolah telah memperingati, akan tetapi Galih tak pernah peduli, oleh sebab itu kami harus memanggil ibu supaya mengetahui apa yang telah diperbuat oleh Galih,” ujar Kepala sekolah.

Mendengar pernyataan Kepala Sekolah membuat Mami Galih seolah-olah tidak percaya, sebab sepengetahuannya selama ini setiap pagi, anaknya selalu pergi memakai seragam sekolah lengkap. “Akan tetapi inilah kenyataan yang sebenarnya bu, kalau ibu tidak percaya, hal ini bisa anda tanyakan langsung kepada Galih,” ujar Kepala Sekolah menyakinkan.

Saat itu, Mami Galih segera pamit kepada Kepala Sekolah sekaligus mengajak Galih turut pulang ke rumah, setibanya di rumah, Mami Galih langsung menasehati putranya supaya tidak melakukan hal yang sama untuk kedua kali. Galih pun mengiyakan nasehat-nasehat yang diberikan oleh Maminya dan segera pergi kekamarnya.

Setiba di kamar, Galih bukan malah beristirahat, justru kesempatan itu dia dia gunakan merokok dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Agar tidak ketahuan terkait perbuatannya, Galih kerap menyembunyikan rokok dan obat-obatan terlarang itu didalam laci lemarinya.

Entah sudah berapa banyak jenis narkoba yang ia konsumsi, akan tetapi Galih tak pernah takut akan efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang itu. Sebab menurutnya, kenikmatan itulah yang paling utama.

Ketika Maminya telah kembali berangkat kerja, Galih kemudian keluar dari kamar dan sekaligus pergi untuk menemui teman-temannya. Apa yang mereka lakukan? Galih bersama teman-temannya kembali mengkonsumsi obat-obatan terlarang, bahkan mereka juga melakukan seks bebas tanpa pernah berfikir apa yang akan terjadi dikemudian hari pada kehidupan masa depan mereka.

***

Suatu pagi, Maminya heran karena Galih tidak terlihat keluar dari dalam kamarnya. Karena penasaran, ia segera menuju kamar putra kesayanganya itu yang terletak di lantai dua. Seketika Mami Galih terkejut melihat putranya tidak ada disana. Ternyata tanpa sepengetahuan Maminya, Galih telah keluar dari rumah sejak pukul 5.00 pagi. Meski Galih tidak berada di dalam kamarnya, namun ibunya mencoba berpikir positif bahwa nanti sore putranya pasti akan segera pulang ke rumah.

Sore telah tiba, namun Galih tetap tidak pulang ke rumah, bahkan hari itu Maminya lebih awal pulang dari kantor. Melihat keberadaan Galih yang belum pulang ke rumah, Maminya tentu kebingungan. Disaat bersamaan tiba-tiba ada panggilan telepon dari Polisi yang menyatakan bahwa anaknya ketahuan mengkonsumsi narkoba. Polisi juga menginformasikan bahwa Galih telah dilarikan ke rumah sakit karena over dosis akibat pengaruh narkoba yang dia konsumsi.

Setelah mendapati kabar dari Polisi, Mami Galih langsung menuju rumah sakit. Ketika tiba disana, dia melihat anaknya dalam keadaan menggigil dan tak berdaya akibat obat-obatan terlang yang dia konsumsi.

Melihat kondisi putranya yang demikian, isak tangis Mami Galih langsung pecah. Dia juga turut berdoa didalam hati agar putranya dapat segera pulih dari keadaan yang ia alami.

Sesaat setelah Mami Galih berdoa, dokter keluar dari ruangan sembari berkata bahwa efek dari Narkoba tersebut tidak dapat hilang seluruhnya dari tubuh Galih, akan tetapi Galih dapat dipulihkan meski kemungkinan tidak 100 persen. Mami Galih begitu kecewa melihat kelakukan putranya, akan tetapi dia juga merasa iba ketika melihat keadaan anaknya yang lemas tak berdaya.

Seminggu lamanya Galih dirawat dan setelah itu barulah dia diperbolehkan pulang ke rumah. Pada saat bersamaan, dokter juga menyarankan agar Galih tetap diawasi. Sebab menurut dokter, sewaktu-waktu Galih dapat kembali mengkonsumsi narkoba akibat kecanduan yang disebabkan oleh zat-zat obat-obatan terlarang yang dia konsumsi selama ini.

***

Sejak kejadian itu, Mami galih menjadi semakin peduli kepada putranya. Bahkan dia juga sudah mengurangi kesibukannya di tempat kerja, dan hal itu dilakukannya agar dapat senantiasa mengantarkan Galih pergi ke sekolah. Disisi lain, Galih juga berjanji didalam hati tidak akan pernah lagi mengulangi hal yang sama, sebab Galih sadar bahwa hal itu pasti akan membuat Maminya kecwa lagi.

Meski efek narkoba masih tetap ada didalam tubuhnya, namun sejak kejadian itu Galih menjadi anak yang rajin ke sekolah dan juga ibadah. Dia memang tau bahwa efek narkoba itu akan tetap ada dan sesekali dapat menyakiti dirinya. Meski demikian, Galih juga selalu berdoa agar tidak terjerumus lagi kedalam dunia setan itu.

Adapun teman-teman Galih yang tetap mengkonsumsi narkoba, akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib, sementara galih yang kini telah rajin sekolah, juga telah turut meluangkan waktunya pergi ke pelayanan gereja dan itu dilakukannya demi memperkuat imanya.

Kini Galih tidak lagi mengkonsumsi narkoba, bahkan dalam kesehariannya, dia juga semakin patuh terhadap Maminya. Hal itu dilakukan Galih, sebab dia tahu, kenikmatan itu hanya sesaat saja, akan tetapi dampaknya dapat mengancurkan kehidupannya selamnya. Saat ini Galih benar-benar menyesali perbuatannya dan akan selalu berusaha membuat yang terbaik dalam hidupnya saat ini dan masa mendatang.

Pesan: Jangan pernah menganggap bahwa kenikmatan sesaat itu adalah segalanya. Berfikirlah lebih kedepan supaya tidak akan ada penyesalan.