Gedung Garuda Kebanggaan Indonesia Kini Telah Hilang

Gedung Garuda Kebanggaan Indonesia Kini Telah Hilang
Mungkin banyak diantara masyarakat Indonesia selama ini tidak mengetahui bahwa ikon Burung Garuda sebagai Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ternyata pernah dibuat dalam bentuk bangunan. Bangunan tersebut dibuat pada era kepemimpinan Presiden Soeharto yang berada di Jalan Narogong, KM 23 No 176, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Keberadaan Burung Garuda yang dirupakan pada sebuah bangunan yang sebelumnya direncanakan sebagai kompleks olahraga tersebut diberi nama Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI). Ironis, gedung yang pernah digadang-gadang sebagai lambang kedigdayaan Indonesia tersebut sejak lama sudah tak terurus, bahkan kini telah hilang karena dihancurkan rata dengan tanah.

Menurut informasi yang dihimpun Sipayo.com dari berbagai sumber menyebutkan, GGTI digarap mulai pada bulan Februari 1995. Pembangunan gedung tersebut dilakukan dalam dua tahap karena sempat terhenti di akhir 1995 dengan alasan anggaran, padahal waktu itu bangunannya sudah mencapai 70 persen.

Menurut kabarnya, putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau yang dikenal dengan julukan Mbak Tutut yang pada saat itu menjabat sebagai komisaris utama mencari berbagai cara untuk merampungkan bangunan yang terbengkalai. Akhirnya, Jamsostek menempatkan deposito Rp75 miliar di BTN dengan bunga 8,5 persen, pembangunan akhirnya dilanjutkan lagi pada bulan Agustus 1996.

Meski telah mendapatkan kucuran anggaran, tapi pembangunan GGTI tetap saja tidak rampung. Hingga akhir 1998, GGTI tidak mampu melunasi kreditnya. Akhirnya pada 31 Maret 1999, seluruh posisi kredit atas nama GGTI di BTN Cabang kuningan Jakarta, diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPTN).

Bila nasib baik melekat terhadap keberadaan GGTI, bangun tersebut boleh dikatakan cukup megah. Bagaimana tidak, selain memiliki wisma, hotel, dan helipad, GGTI juga ternyata memiliki sarana olahraga, serta dua tower apartemen, juga memiliki gedung konvensi.

Saat ini Gedung Pancasila raksasa itu telah rata dengan tanah. Belum ada informasi resmi mengapa keberadaan gedung tersebut hilang dihancurkan, begitupula tidak diketahui pihak mana yang membuat kebijakan penghancuran gedung tersebut.

Sejumlah pekerja dibantu alat berat dan truk pengangkut pasir tampak di bekas Gedung Gragah Garuda Indonesia (Twitter)

Menurut informasi masyarakat setempat, selain keberadaan Gedung Pancasila yang sudah diratakand engan tanah, keberadaan tanah areal bekas gedung juga tampak dikeruk. Entah proyek apa yang mengambil tanah dari areal bekas gedung kebanggaan masyarakat Indonesia itu.

Dari media sosial tampak tak sedikit pihak masyarakat yang menyayangkan dihilangkannya bangunan Gedung Pancasila. Sejumlah netizen menilai keberadaan GGTI dengan desai arsitektur yang melambangkan lambang negara tersebut semestinya menjadi aset dan kebanggaan bangsa yang harus dipelihara dan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.