Hasil Ujian Nasional Tidak Menentukan Kelulusan Siswa

Hasil Ujian Nasional Tidak Menentukan Kelulusan Siswa
Hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2015 tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa, hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Namun demikian, hasil UN masih menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi.

“Dalam UN sekarang tidak ada lagi istilah lulus dan tidak lulus, yang ada hanyalah apakah nilai UN sudah mencapai nilai kompetensi yang seperti diharapkan siswa atau belum,” ujar Anies seperti yang dikutip Sipayo.com dari CNNIndonesia.

Anies menjelaskan bahwa nantinya pihak sekolah yang berhak menentukan apakah seorang siswa layak lulus atau tidak. Hal ini merupakan keputusan Mendikbud dalam rangka menjawab kontroversi seputar kelayakan UN jadi penentu kelulusan siswa yang dikritik sejak zaman Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan berlanjut hingga kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.

Pada masa Anies inilah, wujud UN telah berubah, keputusan meluluskan para siswa berada di tangan sekolah. “Kami serahkan ke sekolah untuk melakukan penilaian secara menyeluruh,” kata Anies.

Kebijikan ini menurut Anies akan menjadikan UN sebagai proses pembelajaran dan bukan semata-mata sebagai syarat kelulusan yang menakutkan. UN dalam hal ini akan menjadi alat ukur pemetaan pendidikan di Indonesia.

Seperti diketahui, Ujian Nasional akan diadakan pada 13 hingga 15 April untuk level Sekolah Menengah Atas/Sederajat. Untuk pengumuman kelulusan dilakukan pada 18 Mei 2015. Sementara itu, UN untuk Sekolah Menengah Pertama/Sederajat akan dilaksanakan pada 4 hingga 6 Mei 2015. Pengumumannya dilakukan pada 10 Juni 2015.

Lebih jauh lagi, Anies mengatakan ada dua lembar hasil UN yang akan diterima siswa nantinya. Lembar pertama berisi angka hasil UN. Sedangkan, lembar kedua berisi deskripsi dari penilaian tersebut. Kemudian, untuk penilaiannya akan dikategorikan ke dalam empat level yang berbeda, yakni sangat baik, baik, cukup, dan kurang.