Pemerintahan Jokowi Dituding Tidak Peka Bencana Sinabung

Pemerintahan Jokowi Dituding Tidak Peka Bencana Sinabung
Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG, sejak Rabu (01/04/2015), tercatat terus terjadi gempa tremor, 146 kali gempa guguran dengan amplitudo maksimal 5-120 mm. Selain itu, awan panas juga terus terlihat meluncur sejauh 3,5 km ke arah selatan dengan ketinggian kolom mencapai 2 km.

Sementara pada Kamis (02/04/2015), tercatat 118 kali gempa guguran dengan amplitudo maksimum 5-113 mm, tremor menerus, dan terjadi 22 kali awan panas guguran dengan puncak  sejauh 4 km ke selatan dan 1 km ke tenggara, tinggi abu vulkanik 2 km. Sedangkan, dari pukul 18.06-21.09 WIB terjadi 18 kali awan panas guguran.

Selain meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir ini juga turut menyebabkan terjadinya lahar dingin yang berasal dari puncak gunung yang telah mengalami erupsi tanpa henti sejak bulan September 2013 itu.

Terkait sering terjadinya lontaran material dan debu vulkanik, ditambah lagi banjir lahar dingin yang kerap terjadi di lereng Gunung Sinabung, mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat. Hal ini menyebabkan semakin menurunya kualitas masyarakat di Kabupaten Karo.

Sementara itu, Koordinator Keluarga Besar Karo-ITB, Arya Mahendra Sinulingga melalui Twitternya @AryaSinulingga menuding kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat erupsi Gunung Sinabung diluar radius 3 km selama ini sama sekali tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Dari data yg diolah oleh KBK ITB, menunjukkan terjadinya penuruan pertumbuhan di Karo mencapai 45 % yg tentunya berkorelasi dgn penurunan kualitas hidup masyarakat #SaveKaro,” tulis Arya Sinulingga.

Arya Sinulingga juga mengatakan bahwa perhatian pemerintah, baik pada masa Pemerintahan SBY maupun Jokowi saat ini tidak ada bedanya, sama-sama tidak memiliki kepekaan.

“Pemerintah hanya fokus kepada korban sampai radius 3 km yg direlokasi, padahal kerusakan lebih dari pada itu #SaveKaro,” tulisnya.

Menurut Arya Sinulingga, kerusakan akibat erupsi Gunung Sinabung bukan hanya mencapai radius 3 km, tapi mencapai radius 10-15 km, namun sangat disayangkan pemerintah tidak ada perhatian dan terlihat melakukan pembiaran.

“Bagaimanakah caranya supaya pemerintah perduli terhadap masyrakat Karo yg mengalami penderitaan krn G.Sinabung? #SaveKaro” Tulis Arya Sinulingga mempertanyakan.