Inilah Tujuan Gerakan Save Tanah Karo

Inilah Tujuan Gerakan Save Tanah Karo
Melihat kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara hingga kini masih terus bergejolak dan berakibat terhadap perekonomian warga masyarakat yang kian merosot telah mengundang rasa keprihatinan mendalam dari sejumlah tokoh masyarakat Karo, salah satunya berasal dari tokoh muda Karo yang lagi melejit di Jakarta, yakni Arya Mahendra Sinulingga.

Terkait rasa keprihatinannya terhadap nasib masyarakat Kabupaten Karo, melalui sebuah pernyataanya di media sosial, Sabtu (4/4/2015) tepatnya di grup Facebook Jamburta Merga Silima, Arya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan gerakan simpati Save Tanah Karo yang akan diadakan di Jakarta.

Menurut Arya, kerugian yang dialami masyarakat Karo terkait erupsi Gunung Sinabung yang sudah terjadi dalam kurun beberapa tahun terakhir lebih dari Rp 2 triliun. Bahkan menurutnya, kerugian tersebut tidak hanya dialami warga yang berada di radius 3 kilometer seperti yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi hingga radius 10 kilometer lebih.

Seorang penggiat sosial media, Justra Ginting juga turut mengamini apa yang disampaikan oleh Arya Sinulingga. Bahkan menurut Justra keseluruhan masyarakat Karo telah mengalami kerugian yang cukup besar akibat dampak yang disebabkan erupsi Gunung Sinabung selama ini.

“Sebenarnya dampak erupsi Gunung Sinabung tidak cuma pada radius 10 kilometer, tapi keseluruhan wilayah Karo mengalami kerugian. Contohnya Berastagi sekitar kan sudah jauh kali itu dari Gunung Sinabung, meski demikian setiap debu vulkanik turun, daun tomat petani pasti mengering, tanaman lain seperti selada juga turut membusuk. Ini kan rugi juga namanya, belum lagi wisatawan yang berkunjung juga turun secara drastis,” tulisnya.

Ajakan Arya akhirnya bersambut dan mendapatkan dukungan luas dari penggiat sosial media, diantaranya seperti Roy Fachraby Ginting, Arnis Ginting, Medi Juna Sembiring, dan sejumlah penggiat sosial media lainnya.

Pada kesempatan lain, Arya Sinulingga juga menuliskan pernyataan di Grup Facebook Jamburta Merga Silima, tepatnya pada Rabu (8/4/2015). Pada tulisannya tersebut, Arya menginformasikan bahwa pada hari Kamis besoknya, ia bersama rombongan Wakil Ketua DPR RI akan berkunjung ke Karo dengan agenda ke Bupati Kabupaten Karo, tempat pengungsian, mengunjungi Siosar, dan berkunjung ke Desa Payung.

“Untuk malam hari, saya sudah berkomunikasi dengan Bupati, dan mengundang rekan-rekan dalam pertemuan di Pendopo Bupati sambil makan malam jam 19.00 WIB untuk berbincang mengenai #SaveTanahKaro (Rombongan Wakil Ketua DPR tidak ikut),” tulisnya.

Atas undangan pertemuan di Karo untuk membahas gerakan Save Tanah Karo, beberapa penggiat media sosial yang sebelumnya juga turut mendukung untuk menggalakkan gerakan ini di Jakarta juga menyempatkan diri turut hadir. Adapun yang  hadir dalam kesempatan tersebut salah satunya adalah Medi Juna Sembiring.

Terkait pertemuan pembahasan gerakan Save Tanah Karo yang diikuti Medi Juna Sembiring di Kabanjahe pada, Kamis (9/4/2015), penggiat media sosial yang juga dikenal sebagai aktivis 1998 tersebut mengungkapkan sejumlah poin penting terkait tujuan Gerakan Save Tanah Karo melalui akun Facebooknya. Menurut Sembiring, melalui gerakan Save Tanah Karo diharapkan agar Pemerintah Nasional dapat menjadikan Kabupaten Karo sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Untuk menempuh agar Pemerintah Nasional dapat menjadikan Kabupaten Karo sebagai Kawasan Strategis Nasional, menurut Sembiring ada beberapa cara yang akan ditempuh melalui gerakan Save Tanah Karo. Pertama adalah mempublikasikan situasi masyarakat Kabupaten Karo yang sebenarnya kepada publik nasional dan internasional, terutama kepada pemangku kebijakan publik di Indonesia, tentang kondisi kehidupan korban Sinabung yang sebenarnya, baik mereka yang menjadi Korban Level I, Level II dan Level III. Salah satu cara diantaranya adalah, menghadirkan Wakil Ketua DPR RI ke Kabupaten Karo, dalam hal ini Fahri Hamzah.

“Sebagai catatan kalau ada sahabat-sahabat sekalian yang juga berkenan menghadirkan pemangku kebijakan nasional lainnya, maka cita-cita untuk menjadikan Kabupaten Karo Sebagai Kawasan Strategis Nasional akan semakin cepat,” tulisnya.

Cara kedua adalah melakukan sosialisasi istilah Save Tanah Karo, selain melalui Media Sosial, juga melalui pengadaan baju kaos Save Tanah Karo, dan poster atau spanduk. Ketiga merencanakan pameran foto di Gedung DPR RI.

“Sejumlah cara-cara lainnya juga sedang dijajaki, baik oleh yang ada di lokal maupun di koordinasi nasional yang dikordinatori bang Arya Sinulingga,” tulis Sembiring.

Seperti diketahui, gerakan Save Tanah Karo sendiri pada rencana awalnya dijadwalkan akan berlangsung pada 19 April 2015 di Bundaran HI Jakarta. Namun belakangan ada kabar bahwa gerakan simpati untuk Tanah Karo ini akan diundur hingga 26 April 2015 mendatang.