Asosiasi Petani Kopi Karo Terbantuk

Asosiasi Petani Kopi Karo Terbantuk
Asosiasi Petani Kopi Karo telah terbentuk, Rabu (16/6/2015) yang bertempat di Aula Kantor Camat Kabanjahe. Acara tersebut dihadiri lebih dari 100 orang yang terdiri dari gabungan kelompok tani di Kabupaten Karo yang tersebar di 17 Kecamatan, serta dihadiri juga oleh kalangan pegawai Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, dan pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang pentingnya pembentukan asosiasi bagi petani yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan petani, khususnya petani kopi di Kabupaten Karo dalam pengembangan tanaman kopi, sekaligus mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.

“Artinya bagaimana petani kopi akan lebih sejahtera kedepannya ketika petani ini ikut ber-asosiasi. Begitu pula bagi para pegiat eksportir kopi dan industri kreatif lainnya akan semakin tertarik dengan terbukanya jalan masuk untuk bermitra dengan asosiasi,” ujar Benson Kaban yang terpilih sebagai Sekretaris Asosiasi Petani Kopi Karo dalam press rilisnya yang diterima Sipayo.com.

Lebih lanjut Benson Kaban mengatakan bahwa tanaman kopi di Karo sudah dikenal sejak tahun 1900-an, hal tersebut ditandai dengan produksi Karo Coffee kala itu sangat terkenal di Belanda dan Jerman.

“Pada Perang Dunia kedua saat Jepang mengalahkan Belanda di Indonesia, membuat jalur distribusi kopi ke Belanda akhirnya terputus, sehingga keberadaan Karo Coffee juga kian meredup,” ujarnya.

Benson juga mengatakan bahwa keberadaan kopi sudah sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Karo secara turun-temurun. Hal tersebut ditandai dengan ditemukannya keberadaan kede kopi yang banyak tersebar disetiap desa-desa di Kabupaten Karo.

“Kede kopi merupakan jenis warung yang menjual produk kopi siap saja, hal tersebut menandakan bahwa kopi bukanlah produk baru di masyarakat Karo. Bahkan kedai kopi adalah salah satu bagian dari budaya masyarakat Karo,” terangnya.

Seperti diketahui, pada tanggal 16 Juni 2015 lalu telah didirikan sebuah organisasi petani Kopi Karo bernama “Asosiasi Kopi Taneh Karo” di Kantor Camat Kabanjahe, pada pertemuan tersebut telah terpilih Wilson R. Sembiring Milala sebagai ketua, Benson Kaban sebagai Sekretaris, dan Alexander Sinukaban  sebagai Bendehara.