Ahli Waris Soeharto Didenda Rp 4,4 Triliun

Ahli Waris Soeharto Didenda Rp 4,4 Triliun
Sipayo.com – Mahkamah agung memperbaiki salah ketik putusan gugatan pemerintah Indonesia terhadapap Yayasan SUpersemar dan keluarga antan Presiden Soerharto. Putusan ini memerintahkan keluarga cendana membayar Rp 4,4 Triliun.
 
Gugatan terhadap yayasan supersemar dan keluarga Soeharto berawal dari ketika Presiden Soeharto mengeluarkan PP No.15/1976 yang menetukan 50% dari 5% dari laba bersih Bank negara disetor ke Yayasan Supersemar untuk dialokasikan membiayayai pendidikan rakyat Indonesia.
 
Dengan Peraturan Pemerintah itu, sejak 1976 Yayasan Supersemar mendapatkan dana USD 420 ribu dan Rp. 185 Milyar seperti dilansir detik, senin (10/8/2015). Pada perjalananan dana itu diselewengkan.
 
Pada 27 maret 2008, PN Jaksel mengabulkan gugatan dengan menghukum Yayasan Supersemar untuk membayar ganti rugi kepada Republik INdonesia sebesar USD 105 juta dan Rp 46 milyar karena melakukan perbuatan hukum.
 
Putusan ini dikuatkan di tingkat kasasi, namun ada kesalahan ketik, yang seharusnya Rp. 185.918.904.000 tertulis hanya Rp. 185.918.904. karena salah ketik putusan ini tidak dapat di eksekusi.
 
Jaksa lalu mengakukan peninjauan kembali pada September 2013. Demikian juga halnya dengan yayasan supersemar.
 
Majelis hakim peninjauan kembali kasus ini memutuskan “Mengabulkan PK I (Negara Repubilk Indonesia), menolak PK II (Yayasan Supersemar), dan mwnghukum 4.448 Triliun” demikian lansir website MA, Senin (10/8/2015).