Alasan PM Malaysia Najib Razak dituntut Mundur

Alasan PM Malaysia Najib Razak dituntut Mundur
Sipayo.com – Puluhan ribu rakyat Malaysia yang tergabung dalam aliansi pro-reformasi bersih menuntut Najib Razak mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Perdana Menteri Malayasia, Sabtu (29/8/2015).
 
Adapun alasan para demontstran menuntut PM Najib Razak mundur, karena dirinya terlibat dalam kasus korupsi di lembaga “1Malaysia Develepment Berhard” (1MDB), sebuah lembaga keuangan negara, dimana Najiba razak sebagai ketua dewan penasehat.
 
PM  Najib Razak  disebut-sebt menerima uang sekita US$ 700 juta atau sekitar 9,3 triliun melalui rekening pribadinya. Seperti dirilis media serikat, Wall Street Journal (WSJ). Namon sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi secara pasti.
 
Namun, baru-baru ini meteri di kabinet Najib Razak membenarkan bahwa ada aliran dana sekita US$ 700 juta ke sejumlah rekening pribadinya sejak 2013. Dana itu merupakan donasi politik yang bersumber dari Timut tengah dan hal ini tidak salah.
 
Saat ini, rekening Najab Razik sudah dibekukan, tidak diketahui secara pasti keberadaan uang bernilai ratusan juta dollar itu. Banyak pejabat-pejabat dipecat yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini.
 
Sementara itu, seperti dilansir reuters, Senin (24/8/2015), Jaksa Agung Swiss membuak penyelidikan dugaan korupsi terkait 1MDB setelah menerima laporan dari Kantor Pelaporan Pencucian Uang Swiss.
 
Masa Aliansi pro-reformasi bersih menyampikan tuntutan mereka dengan melakukan aksi demonstrasi besar-besar di lapangan merdeka, Kuala Lumpur. Aksi ini dijadwalkan hingga besok, Minggu 30 agustus, seperti sipayo.com kutip pada AFP, Sabtu (29/8/2015)
.
PM Najib Razak menilai bahwa para demonstran tidak memiliki kecintaan terhadap negara, karena aksi ini digelar berdekatan dengan perayaan kemerdekaan malaysia yang jatuh pada 31 Agustus. Aksi itu akan membuat terganggu harmonisasi dan merusakan imej malaysia sendiri.
 
“Apakah mereka terlalu dangkal untuk mengetahui bahwa tempat (untuk aksi demo) itu memiliki arti bersejarah, “Mereka tak punya cinta untuk negara,”” cetus Najib seperti dikutip sipayo.com pada  New Straits Times, Sabtu (29/8/2015).