Dania Agustina Rahman Mengucap Syahadat Sebelum Meninggal di Semeru

Dania Agustina Rahman Mengucap Syahadat Sebelum Meninggal di Semeru
Sipayo.com – Kabar meninggalnya Dania Agustina Rahman di Gunung Semeru kini tengah menjadi pemberitaan hangat disejumlah media massa nasional, baik media cetak dan elektronik. Tidak ketinggalan pula, kabar meninggalnya mahasiswi Universitas Pasundan (Unpas) Kota Bandung tersebut juga turut mewarna media sosial.
Dibalik meninggalnya Dania Agustina, ternyata meninggalkan kisah yang begitu mendalam bagi orang-orang disekelilingnya, salah satunya adalah kisah bagaimana perempuan 19 tahun tersebut sempat mengucapkan dua kalimat syahadat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Unpas Eddy Jusuf. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari Rosihan yang juga merupakan mahasiswa di kampusnya. Rosihan sama-sama mendaki Semeru bersama Dania, juga Wiji, dan Rizki Akbar.
Dania bersama rekan-rekannya pergi ke Semeru untuk melakukan pendakian sekira pukul 00.00 WIB. Mereka mengawali pendakian tersebut dari Kalimati menuju puncak Semeru. Sekira pukul 05.00 WIB, terjadi longsor di lokasi. Dania dan para pendaki lainnya pun berhasil menghindari longsoran. Tak lama kemudian, longsor kembali terjadi.
“Waktu longsor kedua itu, Dania terkena batu. Selain Dania, ada dua orang lain yang juga terkena longsoran. Dania pun tersungkur dengan dari mengucur dari bagian telinganya,” ujar Eddy seperti yang dikutip Sipayo.com dari Sindonews.com, Kamis (13/8/2015).
Rosihan, sahabat Dania, sempat melakukan upaya untuk menyelamatkannya. Tapi nyawa Dania tak tertolong. Dalam kondisi kritis, Rosihan ternyata sempat menuntun Dania mengucapkan dua kalimat syahadat.
“Di detik-detik terakhir Rosihan sempat mentalkinkan Dania sampai menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan Rosihan,” ungkapnya.
Jenazah Dania baru bisa dievakuasi beberapa jam kemudian oleh Tim SAR karena medan yang jauh dan sulit dijangkau.