Dongkrak Sektor Peternakan Sapi, Pemerintah Akan Bangun 1000 SPR Hingga 2017

Dongkrak Sektor Peternakan Sapi, Pemerintah Akan Bangun 1000 SPR Hingga 2017
 
Sipayo.com – Saat ini Indonesia memiliki 4,6 juta peternak rakyat, namun jumlah sapinya kurang dari 5 ekor. Dengan jumlah ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal.
 
Untuk mengejot perkembangan peternakan rakyat, Pemerintah melalui dinas pertanian dalam hal ini Dirjen Peternakan dan Keseharan Hewan membangun Sentra Peternakan Rakyat (SPR).
 
Dengan program pembanguanan SPR maka nantinya akan dapat menata populasi sapai pada peternak rakyat dan memberikan data populasi ternak di lapangan. SPR akan menjadi wadah menyatukan peternak yang selama ini terpencar.
 
“SPR ini sekaligus bisa memverifikasi ketersediaan sapi lokal dari indukan, bakalan, hingga sapi potong. Kami akan gunakan drone untuk melakukan pemetaan dan pemotretan udara dari satu SPR ke SPR lain. Hasil datanya dihimpun dalam wadah sistem informasi ternak yang bisa diakses semua orang,” ungkap Sofyan Sjah, Staf Ahli Dirjen PKH Kementerian Pertanian, seperti dikutip sipayo.com dari detikfinance, Jumat (7/8/2015).
 
Pemeritnah menargetkan 1.000 SPR akan dibangun hingga 2017 mendatang. Pada tahun 2014 65 SPR, tahun 2015 129 lokasi yang dibentuk oleh sarjana membangun desa wirausahawan pendamping (SMD WP). Total di tahun pertama akan ada 253 SPR, tahun kedua dicanangkan 400 SPR baru, dan tahun ketiga 347 SPR baru.
 
SPR diharapkan nanti akan memgankat derajat petani lokal, tiap sentra akan memiliki 1.000 indukan dan 100 penjang. Untuk mengawasi dan menjalankan SPRP akan dibentuk dewan peternakan yang memiliki struktur dari pusat hingga daerah.
 
Tiap sentra akan ada setidaknya 1.000 indukan dan tidak lebih dari 100 pejantan. Lalu akan dibentuk dewan peternakan supaya ada struktur peternak dari pusat hingga daerah,” ujar Sofyan.
 
Populasi ternak karo turun 60% sejak erupsi sinabung.
 
Sementara itu, di Kabupaten karo populasi tenak karo turun 60% sejak terjadinya erupsi sinabung. September 2013 hingga Oktober 2014 telah terjadi penurunan populasi ternak sapi, kerbau dan kambing.
 
Penurunan itu mencapai 60% dari jumlah ternak tahun 2013. Untuk ternak sapi misalnya tahun 2013 populasinya mencapai 440 ekor tapi sekarang tinggal 178 ekor. Kemudian kerbau dari 135 ekor menjadi 23 ekor dan kambing dari 718 ekor menjadi 119 ekor. seperti diberitakan oleh harian medanbisnis beberapa waktu yangl lalu.