Evan Christopher Situmorang Meninggal Setelah Ikuti MOS

Evan Christopher Situmorang Meninggal Setelah Ikuti MOS
Seorang siswa baru di SMP Flora, Pondok Ungu Permai, Kota Bekasi, bernama Evan Christopher Situmorang (12) dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Evan meninggal pada, Kamis (30/7/2015) lalu, dimana sebelumnya remaja berusia 12 tahun itu merasakan sakit tak terhankan di kakinya selama dua pekan. Rasa sakit tersebut muncul setelah Evan mengikuti MOS di sekolahnya mulai 6 sampai 9 Juli 2015.

Menurut keterangan ayah korban, Jose Felisiano Situmorang, Evan mulai mengeluh sakit di hari terakhir mengikuti MOS. “Mulai setelah ikut MOS itu dia mulai sakit-sakitan, mulai rasa pegal dan nyeri di kakinya,” Ujar Jose dalam keterangannya kepada wartawan.

Lebih lanjut Jose Felisiano mengatakan, anaknya tetap melaksanakan aktivitas sekolah meski merasakan sakit di kakinya. Namun, kondisi kesehatan Evan semakin buruk. Bahkan saat tidur malam, Evan pernah menjerit kesakitan.

“Sering pegal-pegal, nyut-nyutan sampai paha sini (pinggang). Kadang-kadang malam sampai teriak-teriak, saking dia sakitnya nyut-nyutan kambuh,” ujar Jose.

Merasa heran dengan kondisi anaknya tersebut, Jose kemudian menanyakan kepada anaknya tentang awal mula sakit itu. Kepada ayahnya, Evan mengatakan kalau sakit itu didapat karena kegiatan MOS. Namun demikian, Evan menepis adanya kekerasaan fisik seperti pemukulan saat MOS. “Itu yang (karena) MOS itu, Pak,” ujar Jose menirukan ucapan Evan.

Menurut Jose, Evan tidak pernah mempunyai sakit sebelum mengikuti MOS. Ketika Evan dibawa berobat ke puskesmas, ada satu hasil tes laboratorium yang menyatakan korban mengalami gejala asam urat. Jose meragukan hasil tes itu karena beranggapan anaknya masih sangat muda untuk gejala penyakit semacam itu.

Setelah MOS, nafsu makan Evan menurun, sakitnya pun semakin parah. Pada 28 Juli, Evan merasakan sedemikian sakit sehingga harus dipapah oleh ayahnya ke kamar mandi.

“Jalan mesti dipapah, tertatih-tatih dia. Mau bangun, kencing, mesti saya bantu dulu bangun, baru bisa jalan,” ujar Jose.

Evan meninggal dunia dua minggu setelah mengalami sakit di kakinya. Keluarganya menduga sakit itu muncul setelah Evan mengikuti salah satu kegiatan “cinta lingkungan” saat MOS dengan berjalan kaki sekitar 4 kilometer.