Gatot akan Bongkar Keterlibatan Erry Nuradi soal Korupsi Bansos

Gatot akan Bongkar Keterlibatan Erry Nuradi soal Korupsi Bansos
Sipayo.com – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho akan membongkar keterlibatan Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dalamkasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) dan Bantuan Daerah Bawahan (DBD) Pemprov Sumut tahun anggaran 2012-2013.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Gatot, Razman Arief Nasution di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015), sebagaimana dikutip Sipayo.com dari Okezone.com.

“Beliau (Pak Gatot) berani buka-bukaan, logika aja, nanti dipersidangan dibuka. Pak gatot akan buka.‎ Beliau mengatakan tidak terlibat,” kata Razman

Razman sedikit mengungkapkan keterlibatan Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumut itu dalam penggunaan dana bansos dan BDB tahun 2012-2013 ini. Menurut dia, Erry saat menjadi Bupati Serdang Bedagai pernah menerima dana BDB sebesar Rp100 miliar.

“Dia (Tengku Erry) terima BDB Rp100 miliar, tapi peruntukannya benar atau tidak, kan nanti dilihat. Tapi BDB ada (dapat), terima pas jabat Bupati Serdang Bedagai, jabat Bupati kan dua periode dia,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung tengah mengusut dugaan korupsi penggunaan Dana Bansos dan BDB Pemprov Sumatera Utara tahun anggaran 2012-2013. Pihak Kejagung pun telah memeriksa Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi beberapa waktu lalu untuk mendalami perannya dalam pengucuran dana tersebut.

Kasus dugaan korupsi dana bansos ini berkaitan dengan kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan yang kini diusut KPK. Keterkaitan kedua kasus ini berawal ketika Pemprov Sumut menggugat Kejati Sumut ke PTUN Medan. Hakim mengabulkan gugatan Pemprov Sumut.

Tak lama setelah keluar putusan tersebut, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro, hakim PTUN Medan Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan, dan pengacara M. Yagari Bhastara.

Kelimanya langsung ditetapkan sebagai tersangka dan tak lama setelah itu KPK juga menetapkan pengacara ternama Otto Cornelis Kaligis sebagai tersangka karena dianggap memerintahkan Gary melakukan suap itu. Terakhir KPK menetapkan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evi Susanti sebagai tersangka.