Hasnul Suhaimi Akan Dipanggil Polisi Terkait Kasus Pembunuhan Rian

Hasnul Suhaimi Akan Dipanggil Polisi Terkait Kasus Pembunuhan Rian
Sipayo.com – Kasus pembunuhan Hayriantira alias Rian yang dilakukan oleh tersangka Andy Wahyudi masih terus dikembangkan oleh pihak penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro. Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi akan segera memanggil saksi-saksi, termasuk dari pihak XL, tempat di mana Rian pernah bekerja.

Hasnul Suhaimi, mantan Presiden Direktur XL yang menjadi bos Rian menjadi salah satu saksi yang akan dipanggil dan diperiksa. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti sebagaimana yang dikutip Sipayo.com dari Detikcom, Senin (10/8/2015).

“Iya, nanti kita panggil (Hasnul) sebagai saksi. Tetapi pemanggilannya bukan keterkaitan dengan kasus pembunuhan Rian,” kata Krishna Murti.

Lebih lanjut Krishna mengatakan, pemangilan tersebut dilakukan untuk mencocokkan beberapa keterangan Andy Wahyudi, tersangka pembunuh Rian, yang mengaku pernah mengajukan kerjasama ke XL untuk menyuplai alat pemadam kebakaran untuk tower XL.

“Kita akan mintai keterangan dari orang-orang XL, bukan hanya dia (Hasnul-red), terkait apa betul ada kerjasama dengan XL untuk pengadaan alat pemadam kebakaran,” imbuhnya.

Sebelumnya dalam pemeriksaan polisi, Andy mengaku membunuh Rian karena kesal dibilang homo. Andy juga mengaku, ia semakin kesal lagi lantaran Rian pernah ‘mengancam’ tidak akan suport Andy lagi untuk kerjsama dengan XL.

“Saya sudah pernah mengajukan proposal soal ini ke XL. Saya menaruh harapan besar pada proyek ini. Rian kan orang dekat Presdir XL, jadi dia bisa lobi-lobi ke XL,” ungkap Andy seperti perbincangannya dengan detikcom beberapa waktu yang lalu.

Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, pernah menjelaskan soal pengakuan Andy. Dia menyebut, Andy memang pernah mengajukan proposal ke XL di awal tahun 2014.

“Namun dari tahun lalu hingga saat ini XL belum pernah mengadakan proses tender pengadaan alat pemadam kebakaran,” kata Turina kepada detikcom, Jumat (7/8/2015).

Dia menegaskan, tender yang dilakukan XL selalu dilakukan sesuai dengan prosedur. “Dan yang pasti semua pengadaan barang di XL berdasarkan proses yang transparan dan menjunjung tinggi integritas,” kata Turina.

Sementara Hasnul dalam kesempatan terpisah sudah menyatakan duka cita mendalam terkait kasus Rian.