Karikatur Menghina Indonesia Terbit di Boston Globe

Karikatur Menghina Indonesia Terbit di Boston Globe
Sipayo.com – Media Amerika Serikat, Boston Globe memuat sebuah karikatur bernada rasial dan mengejak menghina Indonesia dalam edisinya awal bulan Agustus kemarin. Melalui karikatur yang dibuat oleh Mikael Wulf dan Anders Morgenthaler (WuMo) tertanggal 2 Agustus 2015, digambarkan atlet bola voli pantai Indonesia mirip dengan orangutan.
Karikatur yang dipublikasikan surat kabar Boston Globe diperoleh dari situs Go Comix. Latar karikatur menggambarkan pertandingan bola voli pantai, dimana terdapat tiga pemain di sisi kiri lapangan yang mencoba mengirimkan bola ke sisi lawan, namun gagal karena ada tiga orangutan mengangakt tangannya, sehingga menahan bola.
Hasil pertandingan dituliskan 21-0 untuk “tim orangutan”. Namun, dalam karikatur tersebut ditulis, “Indonesia memenangi piala dunia voli pantai lagi”.
Seperti diketahui, Indonesia memang belum pernah menjadi juara dunia bola voli pantai. Indonesia tak meloloskan satu pun wakilnya ke putaran final Piala Dunia Bola Voli Pantai 2015 di Belanda, 26 Juni-5 Juli lalu.
Untuk bola voli pantai, Brasil masih menjadi raja dan ratu di dunia. Negeri Samba itu telah mengoleksi 11 trofi juara dunia putra dan putri. Pada penyelenggaraan 2015 ini, Brasil bahkan mengawinkan gelar juara putra dan putri.
Terkait terbitnya karikatur yang rasial terhadap Indonesia telah menimbulkan reaksi keras, salah satunya dari Elle Wibisono. Melalui blog pribadinya pada 4 Agustus, dia mengkritik langkah Boston Globe menampilkan karikatur tersebut.
“Kemarin, seorang teman saya di Boston mengirimkan gambar komik yang melecehkan di koran Boston Globe,” tulis Elle.
“Reaksi pertama saya (saat melihat karikatur itu) adalah bertanya apa yang telah dibuat Indonesia kepada kalian sehingga seniman atau koran memutuskan menggambarkan perempuan Indonesia sebagai orangutan?” tulis Elle lagi.
Dia pun tak habis pikir dengan reaksi netizen di media tersebut. Beberapa dari mereka seolah menganggap karikatur itu lucu. “Wasit menjadi bias karena wanita Indonesia bermain tanpa busana,” tulis Pacopuddy yang dikritik habis oleh Elle.
Pelecehan terhadap karikatur itu pun telah diketahui oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kekecewaan publik Indonesia terkait penghinaan terhadap atlet bola voli pantai dalam karikatur tersebut.

“Kemarin saya bertemu anggota kongres (Amerika Serikat). Saya menerima empat senator dan satu anggota kongres, dan saya sampaikan masalah kartun itu,” kata Retno seusai menghadiri sidang tahunan MPR dan Sidang bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2015), seperti dilansir Tribunnews.