Kronologi Terungkapnya Pembunuhan Hayriantira

Kronologi Terungkapnya Pembunuhan Hayriantira
Kasus pembunuhan Hayriantira (37) alias Rian yang dilakukan oleh Andi Wahyudi (38) alias AW kini tengah hangat menjadi pemberitaan hangat media massa di Indonesia. Kasus ini bermula ketika Rian, perempuan cantik yang bekerja sebagai asisten Presidir XL tersebut dinyatakan hilang sejak bulan November 2014 lalu.
Hilangnya Rian akhirnya terungkap setelah dilakukan penelusuran terhadap mobil korban. Mobil itu ada di tangan terduga pelaku dan terekam berada di sebuah hotel di Garut.
“Saat kami lakukan pencarian korban, mobil korban ada di tangan terduga pelaku,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti. Dari situ, penyidik menelusuri mengapa mobil korban berpindah tangan.
Terduga pelaku, yaitu Andi Wahyudi, 38 tahun, saat ditanya polisi mengaku mobil itu sudah menjadi miliknya. “Dia mengatakan ada bisnis di antara dia dan korban, mobil itu pun dimiliki pelaku,” ujar Khrisna. Saat itu pun, Andi mengaku tak mengetahui keberadaan korban.
Setelah ditelusuri, ternyata Andi melakukan balik nama di sebuah showroom tempat korban membeli mobil. “Saat kami cek, surat kuasa yang dikatakan pelaku didapat dari korban ternyata palsu,” tutur Khrisna. Hasil itu diperoleh setelah penyidik melakukan pengecekan di laboratorium forensik terhadap tanda tangan korban pada surat itu, dan ternyata ipalsu.
Dari hasil tersebut, penyidik pun menangkap Andi dengan tuduhan pemalsuan dokumen pada 9 Juli 2015. “Saat itu kami belum menemukan bukti yang cukup dia melakukan pembunuhan,” ucapnya.
Polisi pun melanjutkan penyelidikan terkait dengan hilangnya korban yang sudah dilaporkan keluarga sejak April 2015. Terungkap bahwa korban sempat berada di Garut. Hal ini dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV yang menunjukkan mobil korban ada di depan sebuah hotel di Garut.
Bekerja sama dengan Kepolisian Resor Garut, penyidik Polda Metro Jaya pun mengetahui bahwa di hotel itu pada 30 Oktober 2014 ditemukan sosok mayat perempuan tanpa identitas. Penyidik meyakini mayat tersebut adalah Rian. “Pelaku pun sudah mengakui dia menghabisi nyawa korban,” kata Khrisna.
Mengenai motifnya, sementara ini diketahui berkaitan dengan hubungan antara pelaku dan korban. “Motifnya pribadi. Pelaku masih kami periksa,” ujar Khrisna.
Keluarga Rian sudah kehilangan kontak dengannya sejak November 2014. Namun hilangnya Rian baru dilaporkan pada April 2015. Selama hampir sembilan bulan tak diketahui keberadaannya, Rian ternyata menjadi korban pembunuhan teman dekatnya.