Manfaat Temulawak untuk Menambah Nafsu Makan dan Obati Penyakit Liver

Manfaat Temulawak untuk Menambah Nafsu Makan dan Obati Penyakit Liver
Sipayo.com – Salah satu manfaat temulawak yang paling dikenal secara luas selama ini adalah untuk menambah nafsu makan. Selain bermanfaat sebagai penambah nafsu makan, temulawak juga ternyata dapat dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit liver.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Roy Sparringa kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahwa ada kurang lebih 900 produk obat tradisional yang mengandung temulawak. Bahkan dari 7 produk obat fitofarmaka yang teregistrasi di BPOM, salah satunya berbahan dasar temulawak.
“Di kita itu fitofarmaka baru ada 7 ya. Salah satunya itu berbahan temulawak, fungsinya itu hepatoprotek yakni melindungi dan mengobati penyakit liver,” tutur Roy, dalam temu media peresmian SOHO Center of Excellence in Herbal Research di Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2015).
Fitofarmaka sendiri merupakan sebutan untuk obat berbahan herbal yang sudah terstandar dan khastianya disetarakan dengan obat modern. Menurut Roy, obat ini sangat bermanfaat bagi pengidap penyakit sirosis hingga sakit kuning.
Selain itu, Indah Yuning Prapti, SKM, MKes, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional menyebut bahwa meski sudah ada yang berbentuk obat fitofarmaka, fungsi temulawak dan jamu secara umumnya lebih kepada pencegahan. Dengan meminum jamu temulawak ataupun produk vitamin temulawak lainnya akan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Karena jamu itu memang secara umum lebih berfungsi sebagai pencegahan atau preventif ya. Supaya daya tahan tubuh terjaga dan tidak gampang sakit,” tuturnya.
Senada dengan Indah, Roy juga mengatakan jamu bersifat sebagai pencegahan. Jika ada jamu yang mengklaim bisa mengobati penyakit, masyarakat harus hati-hati karena sangat mungkin jamu tersebut adalah jamu racikan yang sudah dicampur dengan bahan kimia obat (BKO).
Untuk itu Roy menegaskan masyarakat harus jeli memahami perbedaan antara jamu dengan obat fitofarmaka. Jamu merupakan produk herbal yang fungsi utamanya adalah pencegahan. Sementara obat fitofarmaka merupakan obat herbal yang sudah disetarakan dengan obat modern.
“Pokoknya kalau jamu itu tidak mungkin cespleng, atau langsung terasa khasiatnya gitu. Jamu itu diminum rutin baru ada manfaatnya. Kalau jamu cespleng itu dikhawatirkan ada campuran bahan kimia obatnya,” pungkas Roy.