MUI Jatim Menghimbau agar Nama Tuhan Diganti

MUI Jatim Menghimbau agar Nama Tuhan Diganti
Sipayo.com – Seorang pria bernama Tuhan asal Banyuwangi sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa hari yang lalu, kini nama tersebut pun turut direspon oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Menurut Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori di sela acara Musyawarah Nasional (Munas) ke 9 MUI di Hotel Garden Palace, Surabaya, Senin (24/8), mengimbau agar Tuhan mengganti nama.
“Kalau nggak mau diubah, bagian kependudukan (pemerintah setempat) jangan diberi KTP. Kalau kamu nggak mau menambah atau mengubah, kamu nggak punya KTP dan nggak bisa utang ke bank,” terang Abdussomad.
MUI beralasan agar Tuhan mengganti nama, sebab Tuhan sendiri merupakan nama yang baik, sehingga ketika nama tersebut disandang oleh seseorang, maka khawatir dapat menimbulkan salah kaprah.
“Jangankan nama Tuhan. Nama jelek seperti setan juga nggak boleh. Masak namanya setan,” paparnya sambil membeberkan hadist tentang, Kewajiban orang tua adalah kepada anak memberi nama yang baik.
Abdusshomad bahkan meminta petugas pencatatan sipil untuk menarik kartu identitas agar pemilik nama itu untuk sementara tidak dapat mengakses layanan apa pun.
“Biar sementara tidak dapat mengakses layanan pemerintah sampai dia mengganti namanya,” kata Abdusshomad.
Seperti diketahui, seorang tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mendadak tersohor dan banyak diperbincangkan karena bernama Tuhan. Ayah dua anak itu merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiya