Philip Sinulingga dan Nayara Surbakti Duta Bahasa Sumut 2015

Philip Sinulingga dan Nayara Surbakti Duta Bahasa Sumut 2015
Ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara tahun 2015 telah digelar selama dua hari, 10-11 Agustus 2015 yang lalu. Dalam ajang pemilihan duta bahasa ini telah terpilih Philip Chandra Sinulingga dan Nayara Hafiza Surbakti sebagai Duta Bahasa Sumatera Utara 2015.
Sebelum pemilihan berlangsung sebanyak 30 orang telah terpilih untuk mengikuti tahapan selanjutnya, seperti seleksi administrasi, wawancara kebahasaan/kesastraan, tes kepribadian, tes uji kemampuan bahasa Indonesia, dan prestasi tulisan. Dari ke-30 finalis, Philip dan Naya rata-rata unggul di semua tahapan seleksi.
Philip yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum USU dalam presentasi tulisannya “Bahasa Indonesia sebagai Nadi Anak Bangsa” mampu dengan baik menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dewan juri dan para peserta. Demikian juga Nayara, mahasiswa Sastra Inggris Unimed ini sangat baik dalam hal memaparkan tulisnanya yang bertajuk “Acaman Bahasa Gaul Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi”. Nilai tes uji kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) kedua duta bahasa ini pun masuk dalam kategori unggul.
Ketua panitia Duta Bahasa, Yulia Fitra mengatakan, kriteria yang ditetapkan panitia dalam pemilihan duta bahasa adalah penguasaan materi, keterampilan berbahasa (Indonesia, asing, dan daerah), dan penampilan. Selain itu diuji juga wawasannya tentang sastra, kebudayaan dan pengetahuan umum.
Sejak tahun 2006 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa sumatera Utara telah melaksanakan Pemilihan Duta Bahasa untuk Tingkat Provinsi Sumatera Utara secara rutin. Para duta bahasa yang terpilih akan menjadi mitra kerja Balai Bahasa Sumatera Utara dalam memasyarakatkan pengetahuan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta menjadi Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara pada tingkat regional dan nasional.
Philip Sinulingga dan Nayara Surbakti berjanji akan memberikan yang terbaik dalam pemilihan duta bahasa nasional di Jakarta nantinya. Setelah dinobatkan menjadi duta bahasa, mereka juga berkomitmen untuk mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
“Karena sudah terpilih menjadi duta bahasa, jadi agak malu kalau bicaranya tidak sesuai kaidah,” kata Nayara.
Seperti informasi Dewan juri dipilih dari ahli ilmu Bahasa (Martin, MHum, Amran Purba, MHum, Agus Bambang Hermanto, SS, MPd), Sastra (Sahril, SS, Nurelide, MHum) dan Psikologi (Tety Muharmi, SPsi, MPd).