Presiden Bolivia Dikecam Karena Suruh Ajudan Ikat Tali Sepatu

Presiden Bolivia Dikecam Karena Suruh Ajudan Ikat Tali Sepatu
Sipayo.com – Presiden Bolivia Evo Morales yang selama ini kerap dikenal dengan kebijakan kesetaraan sosialnya mendapat kecaman dari publik karena dianggap semena-mena terhadap ajudannya.

Morales mendapat kecaman lantaran dianggap telah mempermalukan ajudannya dengan menyuruh mengikat tali sepatunya saat sang Presiden tengah berbincang dengan para pendukungnya.

Perisitwa tersebut terekam kamera, alahasil, rekaman itu menjadi senjata pihak oposisi untuk melayangkan kritik pedas kepada Morales.

“Mempermalukan seorang pegawai, tentara atau polisi sama seperti seorang pengemis. Pahlawan seperti apa yang sedang kita puja saat ini,” ujar salah seorang pemimpin partai oposisi, Gary Prado.

Sementara itu Samuel Doria yang pernah menjadi lawan Morales dalam perebutan kursi Presiden menulis tweet: “Video yang memperlihatkan Evo memerintahkan ajudannya mengikat tali sepatunya menunjukkan kesetaraan abad ke-21 yang dipromosikan sosialisme.”

Video tersebut diduga direkam saat Morales akan memasuki sebuah gedung olahraga di kota Cochabamba yang terletak di bagian tengah negara tersebut.

Morales, yang selalu menunjukkan penentangan terhadap imperialisme Barat, selama ini selalu mencitrakan dirinya sebagai pemimpin rakyat dan disebut selalu mencuci sendiri pakaian dan kaus kakinya sebelum berkuasa pada 2005.

Kepada sebuah stasiun televisi Spanyol tahun lalu, Morales mengatakan, dia tak seperti para pemimpin Barat yang mengambil jarak dari rakyatnya. Pernyataan itu untuk menjawab pertanyaan mengapa dia sendiri yang mengemudikan mobil saat kampanye yang dilakukan dengan pengawalan minim.

Victor Borda, seorang politisi partai pimpinan Morales, yakin video tersebut hanya sebuah rekayasa.

“Saya menganggap apa yang diunggah di Facebook itu sebagai sebuah kebenaran. Pembuat video itu tidak diketahui identitasnya dan rekaman itu sangat mungkin direkayasa,” katanya.

Evo Morales, mantan petani coca, telah tiga kali terpilih menjadi Presiden Bolivia setelah menerima kemenangan 60 persen suara pada pemilihan umum tahun lalu.