Satelit Lapan A2 Buatan Indonesia Diluncurkan September 2015

Satelit Lapan A2 Buatan Indonesia Diluncurkan September 2015
Sipayo.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan segera meluncurkan satelit Lapan A2 (Orari) buatan Indonesia pada 27 September 2015 mendatang. Peluncuran Satelit ini akan dilakukan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India.
Satelit tersebut akan dibawa ke orbit dengan menggunakan tumpangan roket India bersamaan dengan satelit penelitian astronomi milik Organisasi Riset Antariksa India (ISRO), Astrosat.
Menurut Kepala LAPAN Thomas Djamalludin, LAPAN A2/Orari adalah satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan dan merupakan generasi terbaru satelit seri A.
“LAPAN A2/Orari adalah satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan memakai fasilitas produksi dan fasilitas uji di Indonesia,” ujar Thomas saat melakukan sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Satelit LAPAN A-2/Orari beberapa waktu lalu.
Sebelumnya pada tahun 2007, telah diluncurkan satelit LAPAN A1/TUBSat yang dibuat bersama ahli-ahli Jerman. Pembuatan kedua satelit mikro dan eksperimen itu merupakan bagian penahapan agar Indonesia bisa membuat satelit telekomunikasi pada 2021.
Meski pembuatan Satelit Lapan A2 sepenuhnya dilakukan di dalam negeri, namun menurut Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN Suhermanto, komponen dalam negeri dari satelit itu masih kurang dari 10 persen. Sebab, kemampuan laboratorium fisika dan perusahaan manufaktur Indonesia sebagai pembuat komponen masih terbatas.
Pembuatan LAPAN A2 membutuhkan dana Rp 35 miliar-Rp 40 miliar. Biaya peluncuran, 550.000 dollar AS atau setara Rp 7,6 miliar. Ini harga diskon karena Lapan memiliki kerja sama dengan ISRO. LAPAN A2/Orari yang berbobot 78 kilogram tersebut akan ditempatkan di orbit pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi.
Satelit ini memiliki orbit ekuatorial, yaitu bergerak di sekitar garis Khatulistiwa antara 6 derajat lintang utara dan 6 derajat lintang selatan. Dengan kecepatan mencapai 7,5 kilometer per detik, satelit butuh 98 menit untuk satu kali mengelilingi Bumi.
LAPAN A2 dilengkapi kamera digital dan kamera video analog yang dipergunakan untuk mengamati muka Bumi, seperti pemetaan perubahan tata guna lahan. Peralatan lain adalah Automatic Identification System untuk memantau lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, serta eksplorasi sumber daya kelautan dan perikanan.
Satelit Lapan A2 juga dilengkapi Automatic Packet Relay System yang diperuntukkan sebagai sarana komunikasi radio amatir untuk mitigasi bencana