Tari Tongkat di Karo Festival 2015

Tari Tongkat di Karo Festival 2015
Sipayo.com – Tari Tongkat atau orang Karo menyebutnya Tari Tungkat adalah tari-tarian khas Suku Karo yang keberadaanya selama ini sudah sangat jarang dipentaskan. Namun, di Karo Festival 2015 yang diselenggarakan oleh DPD HMKI Sumut pada hari kedua, Jumat (28/08/2015) di Lapangan Merdeka Medan, tarian ini kembali dipertontonkan kepada para pengunjung.
Pertunjukan Tari Tongkat yang hadir di hari kedua Karo Festival 2015 dibawakan oleh Kelompok Sanggar Seni dari Desa Budaya Lingga Kabupaten Karo. Para penari terdiri dari tiga orang, dua diantaranya tampak mengenakan pakaian warna merah, sementara satu penari lainnya menggunakan pakaian putih.
Masing-masing penari yang memiliki tongkat tampak menari diiringi oleh musik tradisional Karo yang terdiri dari Keteng-keteng, Mangkok, dan Balobat. Musik pengiring yang dibawakan secara langsung oleh si erjabaten (pemusik) membuat kesan tradisionalnya sangat kental terasa.
Seperti diketahui, tari tongkat sendiri berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Karo tempo dulu, dimana masyarakat masih mempercayai adanya kekuatan gaib dan roh halus. Dalam beberapa kegiatan kebudayaan masyarakat Karo tempo dulu, manusia yang dianggap memiliki ilmu gaib berperan penting untuk menghubungkan masyarakat dengan roh-roh halus.
Adapun pesan yang disampaikan melalui tari tongkat, yakni menggambarkan bagaimana manusia yang memiliki ilmu gaib ini mengusir roh-roh jahat yang masuk ke suatu tempat di pedesaan. Manusia tersebut menggunakan sebuah tongkat khusus yang disebut oleh orang Karo sebagai tungkat malekat dan tungkat panalun.