Terduga Jaringan ISIS di NTT Diperiksa Densus 88

Terduga Jaringan ISIS di NTT Diperiksa Densus 88
Sebanyak tujuh orang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 telah tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memeriksa dua terduga anggota jaringan Islamic State of Irac dan Syria (ISIS). Kedua orang terduga anggota jaringan ISIS tersebut diantaranya, Zyamsudin Uba (40) dan Zakaria Kiri (40) yang ditangkap pada Jumat (31/7/2015) lalu.
Kedatangan anggota Densus 88 di Kupang dari Jakarta dibenarkan oleh Direktur Kriminal Umum Polda NTT Sam Kawengian Kepada wartawan di Kupang, selasa (4/8/2015).
“Mereka (Densus 88) telah tiba di Kupang dari Jakarta pada 06.30 WITA, untuk memeriksa kedua terduga tersebut,” ujar Sam Kawangian.
Lebih lanjut Kawangian menjelaskan, sebelum melakukan pemeriksaan langsung terhadap kedua terduga anggota jaringan ISIS di NTT tersebut, sejumlah anggota Densus 88 tersebut telah memeriksa sejumlah barang bukti yang dimiliki oleh keduanya.
Sebelumnya diberitakan, kedua orang tersebut diamankan Polres Alor bersama Intel Korem 1622 Alor di Kalabahi pada Jumat (31/7), setelah menyebarkan selebaran yang berisi tentang ajaran ISIS kepada umat muslim di wilayah Kecamatan Pantar Barat.
Mereka memprovokasi umat muslim di Pulau Alor untuk bergabung dengan kelompok jaringan Islam radikal ISIS lewat seleberan-selebaran yang disebarkan serta video-video ISIS yang ditemukan dalam laptop milik Zyamsudin Uba.
Lebih lanjut, Sam mengatakan saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara tertutup oleh Densus 88 khususnya untuk berkas-berkasnya. Usai memeriksa semua barang buktinya baru kemudian, tujuh anggota Densus 88 tersebut akan kembali memeriksa kedua orang tersebut.
“Kemungkinan besar keduanya akan diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut jika dalam pemeriksaan di sini ditemukan adanya kejanggalan,” ujarnya.
Sebab menurutnya, jika ada kejanggalan dalam pemeriksaan di Kupang, maka akan dibawa ke Jakarta, karena di Indonesia hanya satu pengadilan untuk teroris dan berada di Jakarta.