Berpikir Membangun Kabupaten Karo Bukan Memenangkan Calon

Berpikir Membangun Kabupaten Karo Bukan Memenangkan Calon
Oleh: Don Sisko Perangin-angin

Siapa yang terbaik diantara ke-7 calon Bupati Karo? Merupakan sebuah pertanyaan yang harus dijawab masyarakat Karo saat ini. Menurut calon dan tim yang mendukung pastilah mengatakan dirinya atau calon yang didukungnya yang terbaik. Namun apakah kata terbaik itu muncul dari kajian dan nurani mereka? Ataukah karena ada kepentingan lain?

Menurut saya, bila si calon dan timnya menjawab jujur maka saya yakin ada diantara ke 7 calon ini merasa bukan yang terbaik. Predikat “terbaik” dengan isi berbagai macam kelebihan pasti akan selalu dikatakan oleh si Calon maupun timnya untuk menarik simpati dan dukungan dari masyarakat sebagai pemilik suara.

Untuk menunjukkan dirinya atau jagoannya menjadi terbaik, maka sering juga dimunculkan keburukan lawan. Bahkan terkadang sesuatu yang tidak ada di adakan, begitu juga sebaliknya. Lantas apakah dengan mengatakan keburukan orang lain dirinya sudah menjadi terbaik?

Saya kira, keburukan dan kebaikan, sesuatu yang selalu ada dalam setiap pribadi manusia. Hanya saja, kedua hal itu ada yang diketahui dan ada yang tidak oleh masyarakat.

Dalam setiap pemilihan ada saja muncul kegiatan saling membuka keburukan antar pasangan calon, bahkan kayaknya ada pula dibentuk sebuah tim untuk mencari-cari kesalahan lawan.

Bila ada sesuatu yang positif dimunculakan seperi visi misi atau program, maka pihak lain pasti akan membalasnya dengan sesuatu yang negatif berupa cibiran, isu emosional, dll.

Mengapa tidak dikritisi agar program itu lebih baik? Bukankah tujuan utama kita adalah membangun daerah kita? Memenangkan calon hanyalah sasaran dan bukan yang utama. Mari kita mulai budayakan berpikir kritis konstruktif. Kita ini semua saudara dan tujuan kita sama, yakni bagaimana Kabupaten Karo menjadi lebih baik dan maju.

Bila kita tidak percaya kepada salah satu calon bakalan mampu, mari kita tanya mau dia apa? Kita kritisi dan berikan saran. Bukan malah mengatakan dia tidak baik, tidak mampu, dan sebagainya.

Memangnya dari mana kita tau dia mampu atau tidak untuk membangun Kabupaten Karo? Dari latar belakangkah? Bila dari latar belakang, maka semua memiliki keberhasilan dalam bidangnya masing-masing.

Yang terpenting sekarang, dan perlu kita harus ketahui adalah konsep dan komitmen mereka dalam membangun Karo. Untuk mengetahuinya adalah dengan cara bertanya, kritis dan meminta komitemen.

Sekali lagi, mari kita tinggalkan budaya berkarakter penjajah dan tidak membangun. Mari kita mulai berpikir maju, menyeluruh dan membangun. Bujur ras Mejuah-juah.

Editor: Alexander Firdaust Meliala