Pacaran Lewat Jam 9 Malam di Purwakarta Akan Dihukum Kawin Paksa

Pacaran Lewat Jam 9 Malam di Purwakarta Akan Dihukum Kawin Paksa

Sipayo.com – Peraturan hukum kawin paksa bagi orang yang pacaran lewat dari jam 9 malam di Purwakarta kini tengah heboh dibicarakan di media sosial. Terkait kehebohan tersebut, Bupati Purwakarta pun akhirnya angkat bicara.
Larangan bertamu dan berkencan melebihi pukul 21.00 malam, dengan hukuman kawin paksa tersebut memang telah diberlakukan di Purwakarta, Jawa Barat. Namun pemberlakuan aturan itu, sementara pada tahap awal hanya dilaksanakan di enam desa, antara lain Desa Cilandak (Kecamatan Cibatu), Desa Lingga Mukti dan Desa Cilingga (Kecamatan Darangdan), Desa Mekar Jaya dan Desa Cibeber (Kecamatan Kiara Pedes), dan Desa Sukamulya (Kecamatan Tagalwaru).
“Enam desa tersebut telah memiliki kesiapan, termasuk kepala desanya yang sanggup menerapkan aturan-aturan adat,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam keterangan persnya, seperti yang dikutip Sipayo.com dari Dream.co.id.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menerapkan aturan tersebut dalam rangka ingin membatasi tata cara bertamu, dan utamanya mengatur tentang kegiatan para remaja dalam berpacaran. Sehingga setelah lewat pukul 21.00 malam, mereka tak diperbolehkan lagi pacaran.
“Sanksinya nanti hukum adat desa yang menentukan. Pokoknya setelah ditegur tiga kali langsung dinikahkan,” ujar Bupati.
Adapun untuk remaja di bawah usia 17 tahun, menurut Dedi Mulyadi, akan dibuatkan dalam aturan tersebut, yaitu dengan bentuk larangan Berpacaran.
“Anak di bawah 17 tahun enggak boleh pacaran,” kata Dedi.
Selain diluncurkannya aturan Larangan bertamu dan berkencan diatas pukul 21.00 Wib. Sebagai bentuk pengawasan sudah disiapkan juga para badega lembur. Serta pemasangan kamera Pengintai CCTV disetiap titik di Desa.