Penyebab Futicha Sirrulhayati Muna Meninggal Dunia

Penyebab Futicha Sirrulhayati Muna Meninggal Dunia
Sipayo.com – Nama Futicha Sirrulhayati Muna  atau yang akab disapa Icha adalah salah satu nama yang saat ini sangat ramai menjadi perbincangan netizen di sosial media. Pasalnya, gadis kelahiran 30 Agustus 1993 meninggal dunia, sabtu ((29/8/2015) sekitar pukul 17.00 WIB di Magelang. Padahal pagi harinya, Icha masih mengikuti acara Wisuda UNY.
Keharuan para netizen semakin terasa, ketika kabar duka meninggalnya Icha yang merupakan mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Biologi FMIPA itu turut disertai sebuah foto, dimana pada foto tersebut ia tampak menerima ijazahnya saat wisuda dalam kondisi memejamkan mata.
Dari rilis situs resmi UNY, kisah mengharukan Icha tersebut diumumkan pihak kampus lewat sebuah artikel berjudul “Icha yang Ceria Itu Telah Tiada”.
Melalui rilis UNY sendiri, menyebutkan bahwa Icha meninggal pada pukul 17.00 WIB di Magelang, Jawa Tengah. Sementara itu, proses wisuda itu berlangsung pada Sabtu pagi.
Apa sebenarnya penyebab Futicha Sirrulhayati Muna meninggal dunia sesaat setelah dirinya diwisuda? Evy Yulianti, Kepala Program Studi Biologi FMIPA UNY yang juga menjadi pembimbing skripsi Icha mengatakan bahwa anak didiknya tersebut sebenarnya telah lama sering merasa pusing. Namun hal itu tidak membuatnya mengeluh.
“Icha sudah beberapa kali periksa di rumah sakit di sekitar Muntilan, dulu sewaktu masih menjalani bimbingan skripsi dan pada waktu ujian, wajah Icha terlihat masih ceria, begitu juga saat yudisium tiba. Namun, setelah itu, kesehatannya semakin menurun. Icha beberapa kali harus dirawat di rumah sakit.” Terangnya.
Begitupula saat acara wisuda, Icha memang tampak mengenakan kursi roda karena sedang sakit. Meski penyebab meninggalnya Icha disebut-sebut lantaran sakit. Namun hingga kini belum diketahui apa sebenarnya penyakit perempuan yang tinggal di Kalibening, Dukun, Magelang itu.
Seperti diketahui, Icha merupakan putri seorang guru, selama kuliah dia tidak pernah mengambil cuti. Oleh karena itu, ia mampu menyelesaikan studi selama 4 tahun. Hebatnya, meski sakit, Icha meraih predikat cum laude dengan IPK 3,65.