Pustaka Laklak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Bangsa

Pustaka Laklak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Bangsa
Sipayo.com – Warisan budaya dari Sumatera Utara, Pustaka Laklak ditetapkan sebagai warisan budaya bangsa bukan benda. Penetapan tersebut diputuskan dalam sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di Jakarta, 20-23 September 2015.

Sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan warisan budaya Indonesia itu dipimpin oleh Pudentia MPSS yang merupakan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia. Karya budaya yang masuk juga turut dinilai para ahli atau pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Sebelumnya, ada beberapa karya budaya yang diusulkan dari Sumut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karya budaya yang diusulkan, yakni Pustaha, Gorga, Dalihan Natolu di Batak Toba; Onangonang dari Mandailing, Genderang Sisibah dari musik tradisional Pakpak; dan Hadrah Kesenian Melayu. Namun dari sekian yang diusulkan, hanya Pustaka Laklak yang ditetapkan.

Dikutip dari Tribun Medan, Pustaka Laklak merupakan naskah kuno yang ditulis pada lembaran kayu ulim yang panjang berlipat-lipat dengan tinta mangsi, yaitu hasil tampungan asap dari pembakaran kayu jeruk purut dengan pena bulu ayam, atau campuran bahan getah sona, air tebu, dawat, air getah, bunga sapa, air jahe, merica serta minyak.

Pustaka Laklak umumnya ditemukan pada kebudayaan Suku Karo tempo dulu yang berisi catatan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu gaib, keterangan tentang cara menolak bala, mantra, dan juga tentang berbagai ramalan. Dalam kebudayaan Batak, kerap pula ditemukan naskah kuno yang serupa dan disebut dengan istilah Pustaha Laklak.