RAPBN 2016 Cukai Rokok Naik, Harga Ikut Naik

RAPBN 2016 Cukai Rokok Naik, Harga Ikut Naik
 
Sipayo.com – Pemerintah berencana menaikan cukai rokok sebesar 23 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016. Dengan kenaikan tersebut pemerintah akan mendapatkan sekitar Rp. 148, 85 Triliun.
 
Rencana ini mendapat tanggapan serius dari pelaku industri rokok dan menilai kebijakan ini tidak rasional apalagi dalam kondisi perekonomian yang sedang lesu saat ini.
 
Dikutip sipayo.com pada kompas, Selasa (8/9/2015) Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran mengatakan bawha rencana ini akan menjadi bumerang pada pemeritah. Pasalnya, daya beli yang menurun saat ini memaksa produksi rokok juga menurun hingga 12 persen.
 
“Dalam kondisi seperti ini, jika pemerintah mau menaikkan tarif cukai setidaknya cukup 6 persen – 8 persen saja,” Usul Ismanu.
 
Pada RAPBN 2015, pemerintah menargetkan pendapatan dari cukai sebesar Rp 155,5 triliuns. Target itu 95,72 persen diperoleh dari hasil cukai tembakau yang naik 23 persen menjadi Rp 148,85 triliun.
 
Sekretaris Perusahaan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Surjanto juga mengungkapkan keberatan dengan mengatakan bahwa bila pemerintah tetap menaikan cukai maka pihaknya juga akan menaikan harga jual rokok.
 
“Berapa besar kenaikan harga tergantung persentase kenaikan tarif cukai rokoknya,” kata Surjanto.