Akibat Asap Paru-Paru Kehabisan Oksigen, Anak 9 Tahun Meninggal di Pekanbaru

Akibat Asap Paru-Paru Kehabisan Oksigen, Anak 9 Tahun Meninggal di Pekanbaru
 
Sipayo.com – Ramadhani Luthfi Aerli (9), seorang bocah di Pekanbaru meninggal dunia karena paru-parunya dipenuhi oleh asap. Ia meninggal setelah menjalani peratawan di Rabu (21/10) pukul 05.00 Wib di RS Santa Maria Pekan Baru.
 
Menurut orang tua Luthfi, Heri Wirya dirinya tidak dapat memastikan apakah anak sulungnya meninggal karena kabut asap, namun menurut keterangan dokter oksigen diparu-paru anaknya sudah menipis.
 
“Saya tidak bisa memastikan apakah Luthfi meninggal karena kabut asap. Tapi, dokter mengatakan oksigen di paru-paru Luthfi sudah menipis,” Ujar Heri sembari memperlihatkan  hasil rontgen.
 
Menurutnya, anaknya tidak ada gejala sakit apapun sebelumnya. Lutfhi mengeluh deman pada hari selasa, suhu badannya panas, walau sudah diberikan obat, panasnya tidak turun-turun. Sekitar pukul 22.00 lutfhi muntah dan kejang-kejang di tempat tidur.
 
Heri kemudian membawa anaknya ke Rumah sakit Santa Maria dan langsung dirawat di instalasi gawat darurat (IGD), diinfus dan diberi bantuan oksigen, kemudian dipindahkan keruang khusus PICU. Rabu subuh, sekitar pukul 04.45, bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia.
 
Manajer Pelayanan Medik RS Santa Maria, dr Yuliarni mengatakan bahwa Lutfhi tiba dirumah sakit dalam kondisi yang sudah berat. Menurutnya asap memang dapat membuat kejang-kejang.
 
“Ya, asap memang dapat membuat kejang-kejang” ujarnya seperti dikutip sipayo.com pada antara, kamis, (22/10/2015).