Begini Kisah Fransiskus Selamat dari Jatuhnya Helikopter

Begini Kisah Fransiskus Selamat dari Jatuhnya Helikopter
Sipayo.com – Fransiskus Subihardayan, salah seorang penumpang selamat, saat helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) jatuh di Danau Toba, Minggu (11/10/2015) lalu. Setelah terendam selama 52 jam di perairan Danau Toba, Fransiskus akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR Gabungan yang dibantu oleh warga.

Kondisi Fransiskus yang saat ini kembali berangsur-angsur pulih, mengungkapkan perjuangannya untuk tetap bertahan hidup setelah melompat dari helikopter ke danau. Frans mengatakan, selama 25 menit setelah para penumpang helikopter melompat ke danau, mereka masih bergandengan tangan satu sama lain. (Baca: Kesaksian Fransiskus Subihardayan Penumpang Helikopter yang Selamat)

Mereka juga sempat meminta tolong. Namun, tidak ada warga yang mendengar dan melihat mereka. Kondisi alam di sekitarnya diliputi kabut asap tebal.

Frans bersama para korban lainnya mencoba mencari apa pun yang dapat dijadikan pelampung. Mereka pun berpegangan pada tanaman eceng gondok. Setelah itu, mereka berpencar. Fransiskus dan Sugianto, penumpang lain, terpisah dari ketiga teman lainnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Senin (12/10/2015), Fransiskus masih bersama Sugianto dan melihat sorotan lampu dan meminta tolong. Namun, teriakan mereka tidak terdengar oleh tim SAR.

Kondisi Sugianto makin melemah dan Fransiskus pasrah melihat rekannya tenggelam. Frans melepas seluruh pakaian agar ringan dalam air. Ia pun bertahan hingga ditemukan tim gabungan Basarnas.

Masih dalam penjelasan Fransiskus, sebelum helikopter jatuh pada Minggu siang sekitar pukul 11.28 WIB, ia melihat di sebelah kanan ada Bandara Silangit, di sebelah kiri ada Samosir, dan tampak pula sebuah pulau kecil.

Tim gabungan pencari helikopter menemukan Frans di perairan Desa Sitinjak, Kecamatan Onan Runggu, Selasa sekitar pukul 14.00 WIB. Frans, kelahiran Yogyakarta, 20 Januari 1993, ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan sebuah jam tangan yang masih melekat. Korban ditemukan sekitar 5 mil dari posko di Pelabuhan Onan Runggu.

Serma Marinir Joko Santoso dari Lantamal I Belawan mengatakan bahwa timnya melihat ada sebuah benda yang naik turun. Mereka kemudian menghampirinya dan melihat korban minta tolong. “Saya salah satu penumpang helikopter,” kata Joko meniru perkataan korban.

Tim penolong melemparkan sebuah pelampung ke arah Frans, tetapi ia tak kuasa meraihnya. Akhirnya, salah satu anggota tim terjun menolong korban.

Saat itu, Frans dalam kondisi dehidrasi dan lemas. Tangannya sudah mengembang akibat terlalu lama berada dalam air.