Festival Danau Toba 2015 Tak Bermanfaat Bagi Pemkab Karo

Festival Danau Toba 2015 Tak Bermanfaat Bagi Pemkab Karo
Sipayo.com – Festival Danau Toba 2015 sesuai perencanaan semula akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015 dengan tuan rumah Kabupaten Samosir. Namun belakangan Pemkab Samosir menolak dengan alasan tidak adanya anggaran dan menjelang pemilihan kepala daerah. Atas penolakan Pemkab Samosir kemudian Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengalihkan lokasi pelaksanaan acara kepada Pemkab Karo sebagai tuan rumah Festival Danau Toba 2015.

Mengingat keadaan Kabupaten Karo yang sedang dilanda oleh bencana erupsi Gunung Sinabung, sebaiknya Pemkab Karo juga menolak usulan sebagai tuan rumah atas acara tersebut. Sebab, bila ditinjau dari lokasi, maka daerah Tongging yang akan dijadikan tempat pelaksanaan acara tidaklah memungkinkan, karena infrastruktur seperti penginapan, jalan, dan tempat berdirinya panggung sebagai poin pendukung utama acara tidaklah mendukung.

Jika sejak awal Pemkab Karo ditunjuk sebagai tuan rumah, mungkin dengan perencanaan yang matang akan dapat dicari solusi yang tepat agar acara tersebut dapat telaksana dengan baik. Namun dengan waktu yang singkat ketika Pemkab Samosir menolak menjadi tuan rumah, tentu akan menambah permasalahan baru bagi Pemkab Karo dimata Nasional, butuh waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan perhelatan Festival Danau Toba.

Bila hal ini tetap dipaksakan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya Pemkab Karo harus mempertimbangkan dan menolak acara tersebut karena secara langsung tidak memberikan manfaat bagi Pemkab Karo dan Masyarakat Karo.

Menurut salah satu Tokoh Karo yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa acara ini terkesan dipaksakan. Apabila Pemkab Karo tetap menerima tawaran tersebut, maka ini akan mempermalukan Pemkab Karo sendiri, dimana saat ini masyarakat Karo yang sedang mengungsi sangat membutuhkan perhatian khusus.

“Pemkab Karo sebaiknya lebih fokus mengatasi permasalahan pengungsi erupsi Gunung Sinabung dan mempersiapkan prosesi pemilihan kepala daerah yang aman dan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar Pemprovsu juga sebaliknya menunda pegelaran Festival Danau Toba 2015, dan mencari alternatif Pemkab lain untuk dijadikan sebagai tuan rumah, seperti Pemkab Simalungun yang dianggapnya lebih memiliki fasilitas yang lengkap.

“Kedepan Pemprovsu juga sebaiknya menetapkan daerah yang masuk dalam kawasan Danau Toba sebagai tuan rumah secara bergantian. Dan festival dilaksanakan lima tahun sekali agar acaranya dapat terlaksana dengan baik karena Pemkab yang ditetapkan sebagai tuan rumah akan memiliki banyak waktu mempersiapkan diri menyelenggarakan acara ini,” pungkasnya.