Istri Plt Gubernur Sumut Turut Terima Suap Pembahasan APBD 2014?

Istri Plt Gubernur Sumut Turut Terima Suap Pembahasan APBD 2014?
Sipayo.com – Istri Plt Gubernur Sumatera Utara, Evi Diana diduga turut menerima uang suap dalam pembahasan APBD Provinsi Sumut tahun 2014. Tengku Erry Nuradi sebagai suami juga membenarkan sang istri menerima uang suap semasa masih menjabat sebagai anggota DPRD Sumut. Namun uang suap itu sudah di kembalikan ke KPK.

“Itu semua anggota DPR kan diperiksa kemarin, dan Alhamdulillah ada sebagian yang sudah mengembalikan, dan saya rasa pertanyaan itu ditanya ke penyidik saja,” kata Tengku Erry sebagaimana dikutip dari Detik.com, Senin (12/10/2015).

Plt Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Sumut itu juga mengakui istri ikut menerima uang suap dari Gubernur Gatot untuk meloloskan APBD Sumut 2014. Uang dengan total kurang lebih Rp 300 juta itupun sudah dikembalikan ke KPK.

“(Istri) sudah mengembalikan, tapi saya tidak pada kapasitas menjawab pada angka, tapi silakan kepada masalah teknisnya ditanya ke penyidik saja,” tegasnya.

Tengku Erry mengaku tidak tahu menahu terkait praktik suap dalam pembahasan APBD Sumut 2014. Pasalnya, sejak menjabat sebagai Wagub, Erry mengaku tidak pernah diajak membahas APBD oleh Gatot.

“Masalahnya hanya pembagian tugasnya, tupoksi itu tidak berlangsung dengan baik. Jadi selama ini, saya juga bersyukur tidak dikasih tugas apa-apa, selama dua tahun saya tidak dikasih tugas apa-apa, di bidang anggaran di bidang lain-lain, ini saya bersyukur juga. Makanya saya dapat dilihat bahwa setelah saya melakukan klarifikasi ini kan wajah saya berbeda kan, saya lebih ceria. Kenapa? Karena saya sudah menjeelaskan ini kepada penyidik,” jelas Erry.

Penyelidik KPK memang telah meminta keterangan terhadap Evi Diana dalam proses penyelidikan kasus suap pembahasan APBD Sumut 2014. KPK sudah menegaskan bahwa pengembalian uang suap tak akan berpengaruh pada status hukum sang penerima suap.