Likas Tarigan Pantas Disejajarkan dengan RA Kartini

Likas Tarigan Pantas Disejajarkan dengan RA Kartini

Sipayo.com – Direktur Bank Sumut, Ester Junita Ginting menyatakan Likas Tarigan pantas disejajarkan dengan RA Kartini yang sama-sama menjadi sumber perjuangan bagi emansipasi perempuan di Indonesia.

Hal tersebut dinyatakan Ester saat berbicara di hadapan ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Medan, yang menghadiri forum bulan apresiasi film nasional yang secara khusus mendiskusikan film “3 Nafas Likas”, di Auditorium Utama Catholic Center, Medan, Minggu (4/10/2015).

“Ada tiga dasar utama yang dapat disebut sebagai pahlawan, yakni seseorang yang mengerjakan karya sederhana dengan cara luar biasa serta tanpa kenal lelah, demi kemajuan peradaban manusia dan memanusiakan manusia lain. Tanpa ketiga dasar tersebut, makna kepahlawanan yang selama ini dikenal menjadi tiada arti,” katanya.

Ester Junita Ginting
Likas adalah tokoh perempuan asal Tanah Karo yang merupakan isteri pahlawan nasional Letjend Jamin Ginting. Likas adalah juga Pahlawan Nasional yang mengabdikan dirinya sebagai pejuang emansipasi perempuan di Sumatera Utara.

“Saya sangat yakin, bahwa perjuangan di dunia emansipasi pada waktu itu dibutuhkan komitmen tanpa kenal lelah, dan berhadapan dengan nilai budaya tradisional yang eksis pada waktu itu. Jika perempuan Sumut sekarang merasakan adanya nafas kebebasan dalam berkarya, itu merupakan hasil dari perjuangan Ibu Likas,” ujar Ester.

Esther juga turut menegaskan, komitmen pada pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan cara luar biasa bisa juga diambil contoh Bunda Teresa di Kalkuta yang memerangi kemiskinan dengan cara memanusiakan manusia terlantar serta tersia-siakan masyarakat. Apa yang dilakukannya merupakan pekerjaan besar sekalipun bukan bertempur di medan perang.

“Hal yang sama juga dilakukan oleh Ibu Likas. Memanusiakan perempuan Sumatera Utara di tengah aturan adat yang ketat bukanlah pekerjaan mudah. Mungkin banyak orang yang mampu melakukan itu, tetapi yang setia dan berkomitmen, mungkin sedikit sekali. Dan yang terpenting adalah, apa yang dilakukan Ibu Likas bukanlah pencitraan,” terang Ester.