Ada Apa Dengan Ledakan dan Tembakan di Paris?

Ada Apa Dengan Ledakan dan Tembakan di Paris?
Sipayo.com – Kota Paris menjadi pemberitaan hangat pada 13 November 2015 di seluruh media massa internasional termasuk juga media massa di Indonesia. Ada apa dengan Paris? Apa yang terjadi di kota yang dijuluki sebagai pusat mode dunia tersebut?

Ratusan orang dilaporkan tewas dalam sejumlah serangan yang terjadi di berbagai lokasi di kota Paris. Ledakan tersebut juga terjadi tidak jauh dari stadion sepakbola, Stade de France, dimana pertandingan antara Perancis melawan Jerman tengah berlangsung disana.

Selain terjadinya penembakan di sebuah restoran, penyanderaan juga terjadi di gedung konser dan serangan bom di sebuah bar yang dekat dengan stadion sepakbola. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan orang di Paris. Terkait insiden tersebut, Presiden Francois Hollande telah menyatakan kondisi negaranya dalam keadaan darurat dan menutup perbatasan ke Perancis.

Selain serang tersebut, serangan lain juga dilaporkan terjadi di tujuh lokasi lainnya di ibukota Perancis tersebut. Pihak kepolisian telah menghimbau warga Paris untuk tidak meninggalkan rumanya dengan alasan keamanan.

Selain itu, menurut laporan DW.com, beberapa jam sebelumnya, ledakan juga terdengar di dalam stadion Stade de France, dimana tengah berlangsung perntadingan persahabatan antara Perancis dan Jerman. Ketika pertandingan telah usai, ribuan pemain dan penonton tidak bisa langsung meninggalkan stadion. Ribuan penonton memenuhi lapangan hijau.

Terkait serangan bom dan penembakan yang terjadi di Paris dan menewaskan ratusan orang, hingga kini belum ada pihak mengklaim bertanggung jawab. Namun demikian, salah satu saksi mengaku mendengar seorang penyerang menyebut “Suriah”.

Seperti yang diberitakan AFP, Sabtu (14/11/2015), seorang saksi di Gedung Konser Bataclan mengatakan pada reporter bahwa dia mendengar salah satu penyerang berteriak ‘Ini untuk Suriah’. Selain itu, saksi juga mendengar penyerang berteriak ‘Allahu Akbar’.

Para penyerang yang diduga tidak bertopeng itu membawa senjata jenis Kalashnikov. Saksi menyebut para penyerang menembak dari atas balkon.

“Ini tampak seperti medan pertempuran, ada darah di mana-mana, ada mayat di mana-mana. Aku berada di sisi yang jauh dari lorong ketika penembakan dimulai. Tampaknya ada setidaknya dua orang bersenjata. Mereka menembak dari balkon,” ucap saksi tersebut kepada The Guardian.

Operasi polisi di Gedung Konser Bataclan sendiri sudah usai dan 2 orang penyerang disebut tewas. Sedikitnya 100 orang tewas di dalam gedung itu.