Gadis Cantik Ini Tega Jadi Otak Perampokan Motor Kekasihnya

Gadis Cantik Ini Tega Jadi Otak Perampokan Motor Kekasihnya
Sipayo.com – Dalam hubungan percintaan, seorang kekasih seharusnya berperan mengasihi pasangannya. Berbeda halnya dengan Fitri (16), warga Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur ini justru malah menjadi otak perampokan terhadap pacarnya sendiri yang terjadi pada Senin (24/8/2015) lalu.

Untuk memuluskan aksinya, Fitri juga turut mengajak tiga orang teman lelakinya, Alan dan Amek (DPO) serta seorang kerabatnya bernama Fikri yang terlebih dahulu telah diamakan Polresta Palembang beberapa hari lalu.

Menurut keterangan korban, Rico (16) yang juga merupakan mantan kekasih Fitri di Polda Sumsel, Senin (2/11/2015), kejadian itu bermula ketika ia diminta pacarnya untuk mengantarkan kerumah kerabatnya, Fikri di kawasan 10 Ilir Palembang sekitar pukul 18.00.

“Saya antar dia (Fitri-red) menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z berwarna hijau BG 4473 IY. Dan setelah sampai di tujuan, saya pun langsung pulang dengan meninggalkannya,” jelasnya.

Saat berada di perjalangan pulang, siswa kelas 9 SMP ini tiba-tiba dihadang Fikri dan Alan yang kemudian meminta paksa sepeda motornya.

“Tak lama dari itu, kemudian datang Amek menggunakan sepeda motor sendirian yang juga langsung mengeroyok saya. Bahkan saat itu, Fikri dan Alan juga sempat menusuk saya tapi beruntungnya tidak kena,” terangnya.

Mengetahui bakal bahaya, masih dikatakan korban, ia pun langsung kabur meninggalkan sepeda motornya tersebut dengan menumpang sebuah truk yang tengah melintas.
“Setahu saya, yang mengambil motor saya itu Alan,” ungkapnya.

Diceritakan korban, ia sendiri menjalin hubungan asmara dengan Fitri kurang lebih sudah tiga bulan sebelum kejadian. “Sekarang saya sudah putus kurang lebih sudah satu bulan usai kejadian tapi saat putus itu saya tak tahu kalu dia terlibat. Saya tahu baru sekarang inilah dan saya juga tak menyangka dia tega berbuat seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, menurut keterangan tersangka Alan, Fikri ditelepon Fitri kalau Rico sudah pulang, sehingga ia dan kedua temannya langsung bergerak. Saat melihat Riko, ia dan kedua rekannya langsung memberhentikan dan merampoknya.

“Usai mendapatkan motor Riko, saya, Fikri dan Fitri bersama-sama menggadaikan motor tersebut dengan harga Rp 1 juta. Dari uang gadaikan motor itu, kami bagi tiga dan uangnya habis digunakan untuk poya-poya,” jelasnya.

Sementara menurut keterangan tersangka Fitri, ia membantah jika terlibat dalam aksi tersebut. Menurutnya, ia hanya diantar ke kawasan 10 Ilir dan setelah diantar, sang pacar Riko langsung pulang.

“Saya tidak tahu menahu dan saya juga tidak menelepon Fikri setelah Riko mengantar saya itu. Fikri yang merencanakannya bukan saya,” katanya sambil marah kepada Alan yang selalu memojokkannya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kanit IV Subdit III, Kompol Zainuri menuturkan, dari laporan korban dan pengakuan dari Fikri, Polda ikut melakukan pengembangan dan akhirnya melakukan penyelidikan.

“Yang pertama kali ditangkap Suharlan di rumahnya yang ada di Slamet Riady, baru dilakukan pengembangan. Dari keterangan Suharlan ternyata Fitri pacar korban juga terlibat. Sehingga kami lakukan pengejaran dan berhasil ditangkap di depan RS AK Gani lagi nongkrong,” katanya.

Dari interogasi yang dilakukan, jika Fitri lah yang menjadi otak untuk melakukan pembegalan terhadap korban Rico. Sehingga, usai melakukan pembegalan motor Jupiter Z yang berhasil mereka rampas digadaikan seharga Rp 1 juta dan uangnya dibagi rata.

“Keduanya akan dikenakan pasal 365, meski tersangka Fitri mengaku tidak mengetahui. Namun, dari keterangan kedua tersangka Fitri juga terlibat dan menjadi dalang untuk melakukan pembegalan,” terangnya.