Kasus Habib Rizieq Plesetkan Sampurasun jadi Campur Racun Ditindaklanjuti

Kasus Habib Rizieq Plesetkan Sampurasun jadi Campur Racun Ditindaklanjuti
Sipayo.com – Rizieq Syihab atau yang dikenal dengan nama Habib Rizieq telah dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi karena telah memplesetkan salam “sampurasun” dalam bahasa Sunda menjadi “campur racun”. Kasus laporan terkait plesetan salam sampurasun tersebut kini sedang ditindaklanjuti oleh Polda Jawa Barat.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (26/11/2015) mengatakan, pelapor dalam kasus Habib Rizieq tersebut adalah Denda Alamsyah dari organisasi Angkatan Muda Siliwangi.

“Tentu saja Kepolisian Daerah Jawa Barat akan melihat persyaratan-persyaratan formal maupun material dari perkara yang dilaporkan oleh saudara Denda Alamsyah,” ujar Sulistyo.

Lebih lanjut Sulistyo menambahkan, dalam menindaklanjuti kasus tersebut, pihaknya akan memanggil para saksi, kemudian mengumpulkan bukti digital karena ada di Facebook dan Youtube. (Baca: Habib Rizieq Dilaporkan Ke Polisi Karena Hina Budaya Sunda)

“Kemudian saksi-saksi akan kita panggil, kemudian bukti digital karena ada di Facebook, ada di YouTube, maupun saksi-saksi yang mendengarkan pada waktu Bapak Habib Rizieq diundang di acara di Purwakarta tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan November 2015 lalu, Habib Rizieq yang juga dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Front Pembela Islam (FPI) memberikan ceramah di Purwakarta, Jawa Barat.

Pada ceramah itu, ia dilaporkan memplesetkan salam sampurasun yang memiliki arti hormat dan sebuah doa, menjadi campur racun. Beberapa kelompok masyarakat Sund menggagap pernyataan tersebut sebagai tindakan menghina adat daerah.

Terkait kasus tersebut, Habib Rizieg menjawab tidak secara khusus menanggapi kecaman dan laporan polisi yang melibatkan dirinya. Namun ia menulis, “Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.”