Pilot Lion Air Mesum Tawarkan Pramugari Janda Kepada Penumpang

Pilot Lion Air Mesum Tawarkan Pramugari Janda Kepada Penumpang
Sipayo.com – Seorang pilot Lion Air diduga telah berbuat mesum di atas pesawat dengan menawarkan pramugari yang berstatus janda kepada penumpang sebagai kompensasi delay (penundaan penerbangan).

Dugaan perbuatan tidak menyenangkan tersebut, terungkap berdasarkan pengaduan seorang penumpang Lion Air bernama Lambertus Maengkom kepada Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Lambertus mengaku risih dengan ulah pilot pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT990, rute Surabaya-Denpasar, yang dia tumpangi. 

Dalam aduannya, Lembertus mengatakan bahwa sang pilot menawarkan pramugari yang berstatus janda kepada penumpang. Menurutnya, sang pilot memberikan tawaran aneh itu melalui pengeras suara di pesawat.

“Kami ingin menanyakan kepada Dirjen Perhubungan, apakah merupakan standar prosedur seorang pilot maskapai menawarkan staf pramugari berstatus janda kepada penumpang berkali-kali lewat microphone,” tulis Lambertus, sebagaimana di kutip dari dream.co.id, Rabu (18/11/2015).

Tidak hanya sampai disitu, Lambertus juga menambahkan, saat pesawat lepas landas, para penumpang juga mendengar suara desahan dari pengeras suara pesawat Lion Air. Suara itu membuat penumpang semakin resah.

“Terdengar suara aneh dan mendesah selama penerbangan. Ini membuat penumpang ketakutan dan bertanya-tanya apakah pilot dalam kondisi tidak sehat, mabuk, atau dalam pengaruh narkoba,” papar Lambertus.

Terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Pilot Lion Air pada penerbangan rute Surabaya-Denpasar pada Sabtu 14 November 2015 itu, pihak Lion Air mengatakan telah menonaktifikan sementara pilot bersangkutan.

Untuk ko-pilot (penerbang) yang bertugas pada saat itu telah kami grounded sampai dengan waktu yang tidak ditentukan untuk mempermudah pengumpulan informasi,” ujar Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladin sebagaimana dikutip dari Okezone.com, Rabu (18/11/2015).

Andy menambahkan, jika nantinya sang pilot terbukti melakukan pelanggaran yang diluar prosedur atau di luar kepantasan, maka pihaknya akan memberikan sanksi. “Akan kami berikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tuturnya.